Potret
Warga Tanah Sareal Sulap Kincir Air Selokan Jadi Energi Listrik
KlikBogor – Warga Perumahan Pabaton Indah RW07, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, berhasil membuat pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi air.
Inovasi yang memanfaatkan kincir air ini diberinama Kinanti, akronim dari Kincir Air Tenaga Listrik. Kinanti ini menjadi nama komunitas warga.
Ketua Tim Kinanti, Joko Novianto mengatakan, ide ini muncul dari Program Kampung Iklim (Proklim) 2024 yang mendorong pemanfaatan air sebagai salah satu indikator penilaian.
“Kami melihat air selokan ini deras dan selama ini cuma dimanfaatkan untuk kolam. Terus kami iseng gimana kalau pake kincir air untuk menghasilkan listrik,” terang Joko dikutip Sabtu, 2 November 2024.
Berangkat dari situ, Joko bersama warga lain mengaplikasikan pengetahuan yang didapatnya secara autodidak untuk membangun kincir air di selokan samping Sungai Ciliwung.
Pembangkit listrik tenaga air yang dibangun tidak lantas langsung berhasil. Trial and error pernah dialami selama dua bulan hingga akhirnya kincir air dapat bekerja menghasilkan listrik.
Saat ini, kincir air telah menghasilkan listrik 8 volt dengan putaran dinamo hingga 200 Revolusi per menit (Rpm) dan cukup untuk menyalakan tiga bohlam lampu.
“Harapan kami sampai sekarang paling tidak bisa keluar listrik 12 volt dengan putaran dinamo 500 Rpm, sehingga pemanfaatannya lebih banyak, seperti pompa hidroponik,” katanya.
Anas Subarnas, Ketua RW07 yang juga penanggung jawab Tim Kinanti menjelaskan bahwa air selokan yang dimanfaatkan untuk energi kincir berasal dari sumber mata air di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
“Airnya bersih, bening, dan deras sangat ideal untuk energi bersih. Kami juga memanfaatkan barang bekas, seperti pelek sepeda motor dan paralon sebagai bahan kincir,” jelasnya.
Anas menambahkan, proyek ini baru berjalan sejak April dan mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Agustus.
“Ke depan kami akan terus mengembangkan teknologi ini hingga mencapai 500 Rpm dan voltase lebih dari 12 volt, sehingga pemanfaatannya lebih beragam,” tuturnya.
(ckl/hrs)