Berita

Trem Tanpa Kabel bakal Diuji Coba di Kota Bogor

Published

on

Ilustrasi trem. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan PT Industri Kereta Api (INKA) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait rencana pengembangan sistem transportasi massal berbasis trem di Kota Bogor.

Rencananya, trem tersebut akan diuji coba di rute sekitar Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor, sebelum nantinya dikembangkan ke jalur yang lebih panjang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kerja sama ini merupakan momentum penting setelah melalui proses panjang dalam upaya menghadirkan moda transportasi modern dan ramah lingkungan di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, kita akhirnya sampai pada satu titik di mana industri perkeretaapian dalam negeri PT INKA berkenan untuk men-support kelanjutan dari pengembangan sistem transportasi perkotaan Kota Bogor, memanfaatkan teknologi trem yang sudah dikembangkan oleh PT INKA,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor dikutip Minggu, 14 Desember 2025.

Dedie Rachim menjelaskan MoU antara PT INKA dan PT Transpakuan Bogor mencakup rencana uji coba trem yang akan dimulai pada rute awal sekitar Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor, sebelum nantinya dikembangkan menuju koridor satu sepanjang 7–8 kilometer.

“Dalam MoU yang tadi ditandatangani, rencana uji coba akan dilakukan di Kota Bogor. Harapannya PT INKA dapat melihat apa saja hal-hal yang harus dikembangkan secara teknologi,” ujarnya.

Trem yang dikembangkan PT INKA memiliki kandungan lokal lebih dari 60 persen, menggunakan teknologi baterai tanpa katenari, serta memiliki sistem pengisian daya modern yang akan membuat operasional transportasi publik lebih efisien.

“Teknologinya mumpuni, tanpa harus memakai catenary atau kabel atas, dan sistem charging-nya sangat modern. Dengan begitu, biaya operasional bisa jauh lebih hemat dan tidak membebani pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai pengguna transportasi publik masa depan ini,” katanya.

Sebagai tahap awal uji coba, Pemkot Bogor akan menyiapkan lintasan sepanjang kurang lebih 450 meter yang ditempatkan di area strategis.

Dedie Rachim juga menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melihat kemungkinan perluasan lintasan uji coba di sekitar Kebun Raya Bogor.

“Tujuannya supaya masyarakat bisa teredukasi dan terbiasa bahwa trem perkotaan adalah solusi transportasi publik masa depan yang ramah lingkungan, efisien, dan tidak mahal,” tutur Dedie Rachim.

Ia turut memastikan bahwa aspek infrastruktur telah diperhitungkan, termasuk memastikan kemampuan jembatan Otista dan Jalak Harupat untuk menopang beban trem yang memiliki bobot serupa kendaraan roda empat besar.

Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bogor atas dukungannya terhadap industri perkeretaapian dalam negeri.

PT INKA menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan uji coba dan pengembangan trem di Kota Bogor.

“Prototipe yang sudah kami kembangkan sejak 2018 ini sudah diuji coba di Solo dan Kediri, dan kini disambut baik oleh Pemkot Bogor,” ungkap Eko.

Eko menambahkan bahwa seluruh proses pengembangan trem dilakukan oleh sumber daya manusia Indonesia.

“Ini trem baterai ya, jadi teknologi ini sudah kami miliki. Tinggal kami kembangkan dengan engineer Indonesia. Semuanya dikerjakan oleh anak-anak bangsa, dan komitmen Pak Wali memberikan energi yang luar biasa bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Transpakuan Kota Bogor, Nissa Fadliya, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam mewujudkan transportasi modern dan terintegrasi.

“Kami berharap ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk mewujudkan visi Kota Bogor, yaitu Bogor Lancar, dengan menyediakan moda transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” katanya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version