Berita

Trase Baru Batutulis Bakal Diuji Coba Sebelum Beroperasi

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor serta UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat di lokasi pembangunan trase baru Batutulis, Jumat, 9 Oktober 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pembangunan Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah mencapai progres 84 persen hingga Jumat, 9 Oktober 2026.

Proyek yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat 2026 senilai Rp21,2 miliar ini ditargetkan rampung November dan akan diuji coba sebelum dioperasikan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, sisa pekerjaan sekarang tinggal konstruksi. Dengan waktu yang tersisa, diupayakan target penyelesaian hingga 100 persen.

“21 hari lagi kita harapkan target capaian 100 persen itu bisa terkejar,” ujar Dedie Rachim dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca juga: Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi 

Setelah konstruksi rampung, trase baru Batutulis akan memasuki tahap uji coba sebelum resmi dioperasikan. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan kesiapan jalur, pemasangan dan perlengkapan rambu lalu lintas, marka jalan serta penerangan jalan umum (PJU).

“Setelah itu tentu akan ada uji coba termasuk juga mungkin melengkapi rambu dan marka serta PJU,” papar Dedie Rachim.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan trase baru Batutulis sudah bisa digunakan oleh masyarakat pada 1 November 2026. Namun, sebelum tanggal tersebut, penyelesaian konstruksi dan kesiapan infrastruktur pendukung akan menjadi perhatian.

“Jadi memang kita harapkan di tanggal 1 November, secara resmi mungkin nanti kita bisa buka untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pasar Gembrong Sukasari Raih Sertifikat SNI Pasar Rakyat

Dari sisi teknis, Dedie Rachim mengatakan, trase baru Batutulis dapat dilalui kendaraan dengan bobot 8 ton. Dengan kapasitas tersebut, bus juga dimungkinkan melintas di jalur tersebut.

“Secara teknis, 8 ton bisa lewat. Jadi artinya bus pun bisa,” ujarnya.

Meski demikian, Dedie Rachim mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas jalur baru tersebut. Ia menegaskan bahwa trase baru Batutulis merupakan jalan skala kota, bukan jalan bebas hambatan.

“Yang penting, kita sama-sama melihat bahwa ini merupakan jalan skala kota, bukan termasuk jalan bebas hambatan dan lain sebagainya. Memang kita perlu untuk kehati-hatian dan kewaspadaan,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version