Serba Serbi
TPS Unik di Kota Bogor Uji Adrenalin yang Datang
KlikBogor – Cara unik untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kota Bogor dilakukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di wilayah RT02 RW05, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.
KPPS yang didominasi oleh anak muda ini mengemas tempat pemungutan suara (TPS) 05 dengan tema Halloween. Sehingga tempat pemungutan dan perhitungan suara ini menjadi daya tarik bagi warga.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama Forkopimda Kota Bogor beserta unsur Desk Pilkada meninjau langsung TPS unik ini.
Hery pun memberikan apresiasi atas keikutsertaan warga dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih di wilayah tersebut.
“Secara umum laporan yang kita saksikan sendiri tadi sampai pukul 11.30 WIB tingkat partisipasi warga yang sudah menggunakan hak suaranya sudah mencapai 85 persen. Jadi rata-rata warga sudah menggunakan hak suaranya,” terangnya.
Forkopimda Kota Bogor saat meninjau pelaksanaan pemungutan suara di TPS 05 Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Dok. Pemkot Bogor.
Di sisa waktu pemungutan suara yang ada, ia meminta agar terus diinformasikan kepada warga yang belum menggunakan hak suaranya untuk datang ke TPS.
Ketua RW05, Ribut Sudarsono mengatakan bahwa konsep ini diusung oleh anak-anak muda. Meski sempat terkendala anggaran, namun kondisi itu tidak menjadi halangan.
Sebagai pengurus wilayah, ia terus memberikan motivasi hingga akhirnya tercetus untuk memanfaatkan barang bekas.
“Alhamdulillah, dengan itu biaya yang dikeluarkan cukup dan tidak terlalu besar. Ini pun hasilnya menjadi daya tarik,” ujarnya.
Tak hanya soal dekorasi selayaknya wahana rumah hantu, petugasnya pun menggunakan cosplay atau kostum, seperti hantu. Sehingga menguji adrenalin bagi mereka yang datang ke TPS tersebut.
Ribut juga mengungkapkan semangat kreativitas warga ditunjukkan bukan kali ini saja, melainkan di setiap kegiatan yang ada di wilayahnya.
“Semangat dan kreativitas ini bukan hanya kali ini saja, tapi pada setiap event. Jadi setiap ada event kita selalu menekankan agar tidak bergantung pada modal. Asal ada kreativitas ada ide kita jalankan bersama,” katanya.
(red)