Berita

Target Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Kota Bogor Meleset

Published

on

Ketua KPU Kota Bogor Muhamad Habibi Zaenal Arifin. Dok. klikbogor.

KlikBogor – Target tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kota Bogor gagal tercapai.

Seperti diketahui, partisipasi pemilih ini ditargetkan mencapai 85 persen. Sementara dalam pelaksanaannya tercacat 63 persen.

Ketua KPU Kota Bogor, Muhamad Habibi Zaenal Arifin menjelaskan, berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pilkada serentak 2024 di Kota Bogor tercacat partisipasi pemilih 63 persen dari yang ditargetkan 85 persen.

Rendahnya capaian ini, dikatakan Habibi, tidak hanya terjadi di Kota Bogor, melainkan juga di beberapa daerah lain di Jawa Barat.

“Pada umumnya mungkin di seluruh Jawa Barat rata-rata di bawah (target),” katanya usai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilkada serentak tingkat Kota Bogor, Selasa, 3 Desember 2024.

Habibi menyatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya. Bahkan hingga di hari pencoblosan.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan bahkan pada hari H kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor menyiarkan di masjid-masjid agar seluruh warga masyarakat menyalurkan hak pilihnya,” katanya.

Ia menduga rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada serentak disebabkan berdekatan dengan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024 kemarin.

“Kemarin kami ngobrol dengan warga banyak yang menyatakan yakin memilih lagi? Seperti itu. Mungkin ada kejenuhan dari mereka karena masih dekat dengan Pemilu kemarin,” paparnya.

Ia juga menyoroti tentang jumlah masyarakat yang tidak menyalurkan hak pilihnya atau golput, yang hampir 290.000 orang.

Menurutnya, angka tersebut termasuk data masyarakat dalam formulir C6 yang tidak terdistribusikan karena diketahui meninggal, pindah domisili, dan juga tidak dikenali.

“Jadi angka 290.000 itu tidak mutlak seluruhnya masyarakat tidak datang ke TPS (tempat pemungutan suara), tetapi ada data C6 yang tidak terdistribusikan dengan berbagai hal itu,” ujarnya.

Kendati demikian, Habibi menegaskan, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 akan menjadi bahan evaluasi bagi KPU untuk agenda berikutnya.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi Pemilu ke depan,” kata Habibi.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version