Berita

Tak Hanya Andalkan PJU, Kelurahan Kencana Gagas Neonisasi

Published

on

Lurah Kencana, Heri Agus Suherman. Foto/Istimewa

KlikBogor – Pemerintah Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus mendorong pemenuhan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah yang dinilai masih minim pencahayaan. Selain mengajukan pembangunan dan perbaikan PJU kepada dinas terkait, Kelurahan Kencana juga menggagas program neonisasi dengan melibatkan masyarakat.

Lurah Kencana, Heri Agus Suherman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor terkait sejumlah titik PJU yang padam maupun kebutuhan PJU baru.

“Selain karena banyak titik PJU yang padam atau mati, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumkim dan juga sudah bersurat,” kata Heri kepada awak media di Kantor Kelurahan Kencana, Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca juga: Dibuka September, EIGER Nature Siapkan Petualangan yang Bermakna

Menurutnya, kebutuhan PJU di setiap wilayah juga telah dimasukkan dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah, khususnya kawasan yang tingkat pencahayaannya masih kurang.

“Jadi kita sudah merencanakan jika untuk wilayah-wilayah yang tingkat pencahayaan kurang atau dianggap kurang terang karena kurang ada bantuan dari PJU, kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak instansi terkait dengan meminta bantuan agar dibangun PJU-nya,” ujarnya.

Heri menjelaskan, pelaksanaan pembangunan PJU merupakan kewenangan dinas terkait. Karena itu, pihak kelurahan berperan mengidentifikasi kebutuhan serta menyampaikan usulan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Baca juga: Mengenal Capung, Predator Ulung dengan Akurasi Berburu 95 Persen

Di sisi lain, Kelurahan Kencana tidak ingin masyarakat sepenuhnya bergantung pada keberadaan PJU pemerintah. Heri menggagas program neonisasi, yakni mendorong setiap rumah memasang lampu penerangan di bagian depan rumah yang diarahkan ke jalan lingkungan.

“Kita juga sebenarnya sudah mengimbau agar jangan terlalu berharap dengan PJU. Kita juga membuat semacam, kalau bahasa Sundanya neonisasi, jadi tiap rumah itu bikin neon di pinggir atau halaman agar terang ke jalan-jalan,” ungkapnya.

Menurut Heri, program tersebut diharapkan menjadi solusi pendukung untuk meningkatkan pencahayaan di lingkungan permukiman. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala kemampuan ekonomi warga yang berbeda-beda.

“Tapi semua kembali lagi ke masalah ekonomi. Kemampuan rumah-rumah belum tentu sama dalam melaksanakan program neonisasi tersebut,” katanya.

Meski demikian, Heri memastikan kebutuhan PJU di Kelurahan Kencana tetap diajukan melalui prosedur yang berlaku. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar usulan yang disampaikan dapat direalisasikan secara bertahap.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh kebutuhan dapat direalisasikan sekaligus. Usulan yang masuk harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan wilayah lainnya.

“Secara keseluruhan kita sudah mengajukan secara prosedur. Kebutuhan-kebutuhan itu sudah kita ajukan,” pungkas Heri.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version