Potret
Sosok Pemeran Jenderal Sudirman di Napak Tilas Festival Merah Putih
KlikBogor – Serangkaian acara turut memeriahkan Festival Merah Putih (FMP) 2025. Salah satunya Napak Tilas Semangat Jenderal Sudirman yang digelar pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Dalam acara tersebut, para peserta melakukan long march dengan menempuh rute sepanjang 8 kilometer dari Kodim 0606/Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di Museum PETA.
Dalam napak tilas tersebut perhatian juga tertuju pada sosok pria yang berpakaian jubah panjang, blangkon dan tongkat di tangannya, yang ditandu peserta lain.
Dialah Fauzi, sosok yang dipercaya memerankan Jenderal Sudirman dalam napak tilas yang menjadi bagian rangkaian kegiatan FMP di Kota Bogor.
Fauzi dari Purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat perjuangan pahlawan nasional.
“Napak tilas ini bentuk peragaan perjuangan Jenderal Sudirman saat bergerilya. Harapannya, generasi muda saat ini dapat memahami bahwa perjuangan para pahlawan belum punah dan harus terus dilanjutkan,” ungkap Fauzi dikutip Senin, 4 Agustus 2025.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa perjuangan Jenderal Sudirman harus menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran penting bagi generasi muda Indonesia.
Dedie Rachim menilai, kegiatan napak tilas semangat Jenderal Sudirman ini bukan hanya sebatas peringatan sejarah saja, tetapi menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan dan nasionalisme.
Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi wujud penghormatan dan refleksi mendalam atas semangat pengorbanan yang pernah ditunjukkan oleh Jenderal Sudirman.
“Jenderal Sudirman wafat di usia 32 tahun. Dalam kondisi sakit, beliau tetap berjuang bergerilya bersama pasukannya demi mempertahankan kemerdekaan. Ini adalah perjuangan luar biasa yang patut dikenang,” ujar Dedie Rachim di Museum PETA.
Dedie Rachim juga menjelaskan bahwa pada saat pelaksanaan napak tilas, panitia membawa tandu replika milik Jenderal Sudirman sebagai simbol untuk memperlihatkan betapa berat dan tulusnya perjuangan yang telah dilakukan oleh beliau.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk terus dilestarikan karena memiliki kaitan erat dengan sejarah Kota Bogor, termasuk penetapan Bogor sebagai Kota Pembela Tanah Air pada tahun 1982.
“Tadi kita baru jalan 8 kilometer saja kita sudah keteteran, bayangkan Jenderal Sudirman bergerilya keluar masuk hutan dalam kondisi sakit. Ini representasi perjuangan hebat yang perlu diwariskan kepada generasi muda, dan Bogor punya peran penting dalam sejarah itu,” ucapnya.
Ketua Panitia Festival Merah Putih (FMP) 2025, Benyamin Mbo’oh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat Jenderal Sudirman dan menyampaikan pesan perjuangan kepada seluruh generasi.
“Napak tilas ini adalah bagian dari kita untuk terus menghidupkan semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan untuk kita semua,” ucap Benyamin.
Ia menyebut, ini adalah rangkaian ketiga dari 18 rangkaian kegiatan acara FMP selama sebulan penuh. Ia juga menambahkan bahwa rute napak tilas sepanjang 8 kilometer tersebut ditempuh dari Kodim 0606/Kota Bogor, menyusuri Jalan Pajajaran, Jalan Ahmad Yani dan berakhir di Museum PETA.
“Meski rutenya bukan jalur asli perjuangan Jenderal Sudirman, kegiatan ini tetap relevan karena beliau menempuh pendidikan militer di Museum PETA,” jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat mulai dari TNI, Polri, Forkopimda, Pemerintah Kota Bogor, Pramuka, PPI, para veteran pejuang, relawan, dan panitia FMP.
Setelah napak tilas, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan bertema perjuangan dari anak-anak sekolah di Museum PETA.
Dukungan lainnya juga datang dari komunitas masyarakat, salah satunya anggota Onthel Community Bogor (ONCOM), Memet Gonzales menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat dalam kegiatan ini.
Ia menyampaikan bahwa terdapat enam anggota komunitas yang ikut dalam kegiatan ini. Tiga orang yang membawa sepeda ontel mengawali rangkaian napak tilas dan tiga lainnya turut ikut berjalan.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan antusiasme masyarakat juga besar. Kita bisa memperlihatkan dan melestarikan sepeda ontel. Semoga tahun depan lebih ramai lagi dan kita terus menjaga semangat serta kebersihan,” katanya.
(ckl/hrs)