Serba Serbi
Soroti Tren Pinjol di Ramadan, Dosen IPB Ingatkan Hidup Sesuai Kemampuan
KlikBogor – Penyaluran pinjaman online (pinjol) tercatat meningkat selama bulan Ramadan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren kenaikan pinjol terjadi dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada Ramadan 2024 dan 2025, dengan penyaluran yang masih didominasi pendanaan konsumtif.
Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Ranti Wiliasih, menjelaskan bahwa fenomena maraknya pinjol saat Ramadan cenderung dipengaruhi oleh rasa FOMO (fear of missing out), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain.
“Sebagian besar pinjol digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari,” ungkapnya dikutip, Senin, 22 Februari 2026.
Ranti menegaskan bahwa pinjaman konsumtif seharusnya dihindari, kecuali dalam kondisi mendesak seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana.
Menurutnya, pinjol yang awalnya dianggap sebagai solusi justru dapat menjadi sumber masalah baru ketika peminjam tidak mampu melunasi kewajibannya tepat waktu karena adanya kebutuhan lain yang lebih mendesak.
“Masalah semakin bertambah ketika bunga pinjaman meningkat, sehingga utang semakin membengkak. Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi,” tambahnya.
Ranti juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial masing-masing.
“Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren,” pesannya.
Bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjebak pinjol, ia menyarankan mencari alternatif pinjaman tanpa bunga dengan jangka waktu pelunasan yang lebih panjang untuk menutup utang pinjol tersebut.
“Pinjaman talangan ini bisa meringankan beban dan memberi ketenangan sementara, karena terjebak pinjol dapat sangat mengganggu dan merusak kesehatan mental,” jelasnya.
Ia menutup dengan mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sesuai kemampuan agar keuangan tetap sehat dan hati lebih tenang.
“Karena hanya dengan ketenangan kita akan selalu bersyukur kepada Allah Swt,” ucap Ranti memungkas.
(rls/hrs)