Serba Serbi

Serunya Peragaan Busana Nusantara FMP 2025, dari Panggung Mal hingga Lawang Salapan

Published

on

Para peserta yang tampil di lomba peragaan busana nusantara di pusat perbelanjaan Botani Square Kota Bogor, Sabtu, 16 Agustus 2025.

KlikBogor – Suasana pusat perbelanjaan Botani Square berubah menjadi panggung hidup penuh warna ketika ratusan peserta menampilkan busana bertema pahlawan dalam Lomba Peragaan Busana Nusantara yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP) 2025.

Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, menjelaskan bahwa acara ini mengusung tema ‘Semangat Pahlawan Sepanjang Masa’. Tercatat ada 220 peserta yang tampil, termasuk dari anak berkebutuhan khusus (ABK)

“Kami ingin memberikan ruang yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Indonesia sekaligus menghidupkan semangat pahlawan dan sesuai tema busana yang dikenakan juga bernuansa pahlawan,” ujar Benyamin, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Benyamin menyebut, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, konsep fashion show kali ini menjadikan lantai 1 dan 2 Botani Square, termasuk koridornya, sebagai panggung berjalan. Pengunjung pun bisa menyatu dengan para peserta yang mengenakan busana bernuansa kepahlawanan.

Menurutnya, konsep tersebut memiliki makna mendalam di mana perjuangan masa kini tidak lagi di medan perang, tetapi ada di pusat perbelanjaan, pasar, jalan raya dengan tertib lalu lintas, sekolah dan di mana pun untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Termasuk para peserta dipandang sebagai pahlawan masa kini karena berani menaklukkan rasa minder dan keterbatasan. Khususnya peserta dari ABK yang menjadi bagian perjuangan mereka dalam mengartikan kemerdekaan tahun ini.

Untuk para peserta dari ABK juga panitia memberikan jalur khusus agar mereka bisa tampil langsung di panggung utama, namun tetap masuk dalam perlombaan.

“Setiap tahun, sahabat-sahabat disabilitas selalu kami libatkan. Tidak hanya di fashion show, mereka juga ikut dalam kegiatan seperti Wisata Kebangsaan dan Wisata Perjuangan. Itu bentuk komitmen kami agar semua elemen bangsa mendapat ruang yang sama,” tambahnya.

Puncak lomba berlangsung malam ini, pukul 19.00 WIB, di kawasan Lawang Salapan. Sebanyak 50–70 finalis akan tampil selama 30–60 menit sebelum kembali ke panggung utama untuk penjurian.

Adapun dewan juri terdiri dari model, profesional nasional, dan pegiat fasyen Bogor. Di tahun ini juga ada apresiasi khusus berupa Piala Ibu Wali Kota.

“Kategori pemenang meliputi Juara 1, 2, dan 3, serta penghargaan best performance dan kostum terbaik,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version