Berita
Semaraknya Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Bogor
KlikBogor – Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Plaza Balai Kota Bogor. Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor diikuti ratusan penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Atep Budiman, yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang seharusnya jatuh pada 3 Desember sengaja digelar di hari libur agar para penyandang disabilitas juga dapat hadir lebih maksimal.
“Kegiatan ini menjadi panggung bagi mereka untuk mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, sekaligus juga memberikan pesan yang luas kepada masyarakat bahwa Kota Bogor juga di dalamnya ada penyandang disabilitas yang punya hak dan kewajiban yang sama juga untuk bersama-sama membangun Kota Bogor,” ujar Atep, Sabtu, 6 Desember 2025.
Tercatat, ada sekitar 500 penyandang disabilitas beserta orang tuanya serta para relawan dari berbagai komunitas termasuk Serasi turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Selain kegiatan pentas seni dan budaya, Dinsos Kota Bogor dalam kesempatan ini menyalurkan bantuan sarana prasarana secara simbolis berupa kendaraan bermotor roda tiga bagi penyandang disabilitas untuk menunjang aktivitas dan produktivitas mereka.
Atep menambahkan bahwa Dinsos Kota Bogor telah menjalankan beberapa program bagi penyandang disabilitas, mulai dari bantuan sosial, alat bantu hingga kolaborasi dengan stakeholder yang lain, yayasan dan lembaga filantropi yang bergerak di isu-isu kedisabilitasan.
Selain itu, Kota Bogor telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2021 tentang Disabilitas yang sedang diperkuat dengan Peraturan Wali Kota (Perwali).
“Kita sedang melanjutkan untuk petunjuk pelaksana teknis berupa Peraturan Wali Kota, mudah-mudahan nantinya akan semakin memaksimalkan perwujudan keberpihakan Pemerintah Kota Bogor melalui regulasi ini menjadi sarana prasarana, infrastruktur, termasuk juga ruang bagi kaum disabilitas semakin diperhatikan,” ungkapnya.
“Ini juga untuk mewujudkan visi Kota Bogor sebagai kota inklusif dan ramah disabilitas,” tambah Atep.
Ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah bagi ruang publik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta hingga sarana peribadatan yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.
Evaluasi bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) akan terus dilakukan berkaitan dengan implementasi Perda 2/2021. Termasuk merampungkan turunan dari perda di maksud.
“Kerena turunan dari perda ini menjadi penting bagi setidaknya Pemerintah Kota Bogor beserta OPD lain untuk bisa mengakomodir aspirasi termasuk hak-hak disabilitas di dalam ruang-ruang publik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Kota Bogor, Hasan Basri, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bogor dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional. Ia menyebut, dukungan pemerintah menjadi penyemangat besar bagi komunitas disabilitas.
“Kami dari komunitas alhamdulillah selalu di-support oleh pemerintah, terutama dari Dinas Sosial dan juga Wali Kota. Alhamdulillah dengan adanya momen ini, anak-anak bisa bergembira, bisa bahagia bersama di acara seperti ini,” ujar Hasan.
Terkait infrastruktur dan aksesibilitas, Hasan mengungkapkan bahwa pihaknya terus menyampaikan berbagai aspirasi kepada Pemerintah Kota Bogor. Ia bersyukur karena setiap masukan selalu mendapatkan respons yang baik.
“Kami sudah sampaikan terus-menerus. Dan alhamdulillah dari pemerintah selalu memberikan jawaban akan dilaksanakan pada tahun 2026. Sebetulnya dari akses sudah dibuat, hanya masih ada yang kurang, yang harus dikerjakan,” tandasnya.
(ckl/hrs)