Berita
Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna
KlikBogor – Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus memperkuat tata kelola pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Bersih Istiqomah.
Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati menyampaikan, keberadaan Bank Sampah Bersih Istiqomah yang berlokasi di Jalan Pelita Jaya II, RT 03 RW08 diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat, tetapi juga masyarakat Kota Bogor secara luas.
Menurut Yone, gerakan dari tingkat wilayah ini menjadi fondasi awal untuk mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Ini adalah langkah kecil sebagai akar gerakan di wilayah. Mudah-mudahan tidak hanya warga Kelurahan Kedung Jaya, tetapi seluruh warga Kota Bogor bisa memanfaatkan fasilitas Bank Sampah Bersih Istiqomah ini,” kata Yone di Bank Sampah Bersih Istiqomah, Jumat, 28 Agustus 2026.
Baca juga: Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027
Ia menjelaskan, potensi timbulan sampah di wilayahnya cukup besar. Dari total sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK), produksi sampah harian diperkirakan mencapai rata-rata 2 kilogram per KK.
Untuk itu, kata Yone, edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, hingga limbah kaca dan logam sangat krusial dimulai dari tingkat rumah tangga.
Pengelolaan bank sampah ini juga mendapat keterlibatan aktif dari warga. Selain jajaran pengurus wilayah, pemanfaatan fasilitas pemilahan sampah ini telah meluas ke berbagai RW di Kedung Jaya, termasuk RW 08.
“Fokus utama kami saat ini adalah mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan. Kami ingin mengarahkan Kelurahan Kedung Jaya menuju target zero sampah,” tandas Yone.
Baca juga: Mengenal Olah Sampah Rumah Tangga di TPST 3R Mutiara Bogor Raya
Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Bersih Istiqomah, Nurita Eryani menekankan, pencapaian zero waste membutuhkan proses panjang yang berfokus pada perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.
“Poin utamanya bukan sekadar pada sampahnya, melainkan pada manusianya. Bagaimana mengubah perilaku dan pola pikir warga. Bilamana masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, masalah sampah secara otomatis akan terkendali,” papar Nurita.
Bank Sampah Bersih Istiqomah sendiri mengolah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis dan berdaya guna.
Untuk limbah minyak goreng bekas (jelantah), pengelola bertindak sebagai penampung (collector) bagi pengusaha pengolah lanjutan, serta mengolah sebagian kecil di antaranya menjadi suvenir lilin.
Sedangkan untuk sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran diolah menjadi eco-enzyme. Produk turunan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari pembersih lantai, sabun cuci piring, sabun cuci baju, sabun mandi, hingga sabun wajah.
“Selain produk pembersih, ampas eco-enzyme juga difungsikan sebagai pupuk organik, penyerap udara kotor, hingga bahan bantal terapi. Manfaatnya sangat luas untuk kesehatan lingkungan, tanaman, dan masyarakat,” katanya.
(rls/hrs)