Berita
Respon Aduan Banjir Lintasan di Jalan Malabar Ujung, Pemkot Normalisasi Drainase
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menindaklanjuti laporan warga terkait banjir lintasan di Jalan Malabar Ujung, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, dengan melakukan mapping atau pemetaan penyebabnya dan langsung melakukan penanganan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih beserta jajaran serta perangkat daerah di wilayah meninjau langsung penanganan dan langkah antisipasi agar tidak terjadi kembali banjir lintasan di kawasan tersebut.
Mereka menyusuri aliran drainase sekaligus melakukan sosialisasi kepada warga yang melakukan aktivitas niaga di atas saluran air.
“Pak, ini kan saluran air, ya. Di atas ini nanti jualannya mundur ya, karena ini akan kita normalisasi,” ucap Dedie Rachim kepada seorang pedagang, Selasa, 29 April 2025.
Dari hasil mapping, terang Dedie Rachim, penyebab banjir lintasan lantaran adanya sampah yang menumpuk dan menyumbat saluran air.
Jika dilihat, memang di sekitar lokasi terdapat aktivitas niaga yang berada di atas saluran air. Bahkan ketika petugas dari Dinas PUPR melakukan normalisasi dengan pengerukan saluran air, ditemukan berbagai sampah yang tersangkut serta sedimentasi yang hingga pukul 15.48 WIB telah diangkut empat pikap.
“Iya, jadi ternyata permasalahannya ada sampah dan ada bangunan yang menghalangi saluran air,” ujar Dedie Rachim.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir lintasan di kawasan tersebut, Wali Kota mempersiapkan saluran air agar bisa mengalirkan air ke sungai yang berada di Jalan Sancang dan Bogor Baru.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menyatakan bahwa dari hasil mapping, keberadaan saluran air tidak mampu menampung air hujan.
Selanjutnya, ketika ditelusuri, terdapat saluran air yang tersumbat oleh sampah dan bangunan.
“Jadi saluran airnya tidak berfungsi. Seperti saluran air yang seharusnya masuk ke drainase yang ada di Jalan Pajajaran, ternyata masuk ke drainase awal, drainase induk, bukan drainase utama. Sehingga itu menyebabkan air meluap. Di bawah juga tidak bisa menampung karena tersumbat,” ucapnya.
Setelah ditinjau oleh Wali Kota, Esti menuturkan akan segera melakukan percepatan normalisasi dengan melaksanakan koordinasi bersama wilayah dan warga. Sebab, bagaimanapun, kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar.
“Kita mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, tidak membuang sampah dan tidak menghambat drainase. Sambil kita juga terus melakukan pemeliharaan rutin drainase. Ya, intinya kita lakukan normalisasi dan warga menjaga lingkungannya,” tandasnya.
(ckl/hrs)