Parlementaria
Rapat Gabungan, DPRD Kota Bogor Rumuskan Solusi untuk BisKita
KlikBogor – Pemberhentian layanan Biskita Trans Pakuan memunculkan polemik di tengah masyarakat. Menanggapi isu yang berkembang tersebut, DPRD Kota Bogor melalui Komisi II dan Komisi III menggelar rapat gabungan dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Perumda Trans Pakuan, dan PT. Kodjari selaku operator.
Setelah mendengarkan pemaparan dari Dishub Kota Bogor, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas menyimpulkan, di masa transisi ini perlu adanya kolaborasi dari semua pihak demi menjaga pelayanan transportasi bagi masyarakat, terutama pelajar yang selama ini menjadi pelanggan Biskita.
Hasbi menyampaikan bahwa langkah Pemkot Bogor saat ini menyediakan enam unit bus ditambah dengan empat unit bus DPRD Kota Bogor.
“Insyaallah kami dari DPRD akan mendorong penggunaan bus DPRD setelah menyelesaikan masalah administrasi,” katanya.
Koordinasi yang dilakukan oleh Pemkot Bogor, Wamendagri Bima Arya, dan Wali Kota Bogor terpilih Dedie A. Rachim pun menghasilkan keputusan bahwa subsidi dari pemerintah pusat akan kembali turun untuk Biskita Trans Pakuan.
Selain itu, Hasbi juga menyampaikan lembaganya akan melakukan kordinasi langsung dengan BPTJ dalam waktu dekat ini. Hal itu dilakukan guna memastikan rencana transportasi di Kota Bogor dan pengembangan Biskita Trans Pakuan.
“Intinya kami dari DPRD mendukung penuh pelayanan Biskita dan akan mendukung Pemkot Bogor untuk bisa melewati masa transisi ini,” tandasnya.
Terpisah, Kadishub Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menyampaikan, hasil rapat kerja ini akan terus mengaspal atas dukungan dari DPRD Kota Bogor.
Marse juga menyampaikan skema lanjutan Biskita di 2026 akan segera digodok oleh Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor setelah mendapat kepastian subsidi dari pemerintah pusat dilanjutkan di 2025.
“Tadi dukungan dari DPRD untuk kami di Dishub akan di-support, mulai dari anggaran, kajian, prosedur sampai 2026 dimungkinkan dianggarkan dari APBD secara bertahap,” ujarnya.
(red)