Serba Serbi
Rahasia Dibalik Tulang Ikan Bandeng yang Mudah Ditarik
KlikBogor – Ikan bandeng (Chanos chanos) dikenal sebagai salah satu ikan favorit dengan rasanya gurih, dagingnya lembut, dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya mengapa tulang ikan ini bisa ditarik dengan mudah. Apa alasan ilmiah di balik fenomena itu?
Prof Joko Santoso, Guru Besar IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, menjelaskan bahwa kemudahan menarik tulang bandeng bukanlah kebetulan.
“Ikan bandeng dapat ditarik tulangnya karena kombinasi anatomi rangka dan teknik deboning (butterfly + tarik) yang memanfaatkan sambungan tulang-otot. Hasilnya, kerangka bisa dikeluarkan relatif utuh saat diproses,” terang Prof Joko, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa tidak semua ikan bisa diperlakukan serupa layaknya bandeng. Sangat bergantung pada jenis ikan.
“Banyak ikan punya intermuscular bones yang menyulitkan deboning sempurna. Hanya beberapa spesies dengan susunan tulang tertentu yang memungkinkan metode mekanis seperti pada bandeng,” tambahnya.
Selain soal tulang, Prof Joko juga menyinggung perilaku bandeng betina yang kerap disebut “sulit dipancing”. Menurutnya, fenomena itu kemungkinan besar dipengaruhi fase reproduksi, ukuran dan tingkah laku, atau perubahan habitat saat musim pemijahan.
“Klaim ini didukung oleh studi hormon dan pematangan, meski tidak ada bukti tunggal yang mutlak. Perilaku semacam ini juga terlihat pada spesies ikan lain selama siklus reproduksi,” jelasnya.
Lebih jauh, bandeng ternyata bukan hanya unik dari sisi anatomi, tetapi juga unggul dari segi gizi. Ia memaparkan bahwa bandeng kaya protein, asam lemak tak jenuh, serta empat mineral penting (kalsium, magnesium, zat besi, dan seng), ditambah vitamin B12.
“Keistimewaannya adalah kombinasi nilai gizi daging dan potensi pemanfaatan tulang serta sisik untuk produk kalsium dan kolagen,” ujarnya.
(ary/hrs)
Pingback: 128 Spesies Kupu-Kupu Ditemukan di Kampus IPB University