Berita

Proyek Sampah jadi Energi di Bogor Raya Segera Dibangun, Operasi Ditargetkan 2027

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) terpilih dalam agenda Project Overview Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di Balai Kota Bogor, Kamis, 12 Maret 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) terpilih dalam agenda Project Overview Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan rencana investasi proyek PSEL yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa melalui proses yang telah dilakukan, akhirnya Danantara bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mendapatkan mitra yang akan berinvestasi dalam proyek PSEL, yaitu Zheijang Weiming Environment Protection.

Zhejiang Weiming Environment Protection adalah perusahaan besar asal Tiongkok yang bergerak di bidang industri perlindungan lingkungan, khususnya dalam PSEL dan pengolahan limbah padat.

“Alhamdulillah kesempatan hari ini antara Danantara dan Pemerintah Kota Bogor sudah mendapatkan satu mitra untuk berinvestasi di waste to energy project di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Yang ditunjuk oleh Danantara adalah Zhejiang Weiming dari Tiongkok,” ujar Dedie Rachim di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut direkomendasikan oleh Danantara sebagai pelaksana proyek dan dalam waktu dekat atau pada 6 April mendatang akan segera dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara seluruh pihak yang terlibat dalam proyek PSEL Bogor Raya.

Dedie Rachim pun menilai bahwa proyek tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah bagi Kota Bogor dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis energi.

“Ini sebuah momentum sejarah bagi Kota Bogor, khususnya karena Kota Bogor masuk ke dalam salah satu dari tiga atau empat kota yang masuk ke dalam batch pertama dari program waste to energy,” tutur Dedie Rachim.

Sementara itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, menyampaikan bahwa proses pemilihan mitra telah dilakukan secara intensif selama empat bulan terakhir.

Melalui serangkaian proses yang telah dilakukan, Danantara memilih Zheijang Weiming sebagai operator maupun investor untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan proyek PSEL Bogor Raya.

Ia menambahkan, proyek tersebut ditargetkan segera memasuki tahap pembangunan pada pertengahan tahun ini.

“Kedepannya nanti akan kita mulai lakukan groundbreaking pada bulan Juli dan diharapkan bisa segera beroperasi pada akhir tahun 2027,” katanya.

Sementara itu, Vice President Zhejiang Weiming Environment Protection, Xiang Yihao, mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat berkontribusi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi di Bogor.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa berkontribusi dalam program waste to energy di Bogor. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap program ini untuk bisa memberikan air yang bersih dan langit yang biru serta cerah bagi Kota Bogor. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya,” kata Simon sapaan akrabnya.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version