Berita
Pohon Raksasa Tua di Depan Balai Kota Bogor Ditebang
KlikBogor – Pohon karet kebo yang selama puluhan tahun menjadi peneduh dan saksi bisu perubahan Kota Bogor kini ditebang.
Penebangan pohon di depan Balai Kota Bogor ini dilakukan setelah hasil kajian menunjukkan kondisinya membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Pohon ini sudah tergolong tua dan bersejarah, namun posisinya tidak strategis karena berada di pinggir jalan. Kemiringannya sudah mencapai lebih dari 60 derajat, dan kondisi akar serta batangnya mengalami kerusakan parah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti kepada awak media, Kamis, 6 November 2025.
Meskipun pohon tersebut memiliki nilai historis, menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerhati lingkungan dan masyarakat atas penebangan pohon tersebut.
“Kami mohon izin dan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pemerhati lingkungan. Keputusan ini murni demi keselamatan bersama,” katanya.
Devi menjelaskan penebangan pohon dilakukan pada siang hari untuk menjaga keselamatan pekerja. Sebab, curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat batang pohon licin, sehingga pemanjatan pada malam hari tidak memungkinkan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pemangkasan malam hari. Namun karena kondisi hujan dan licin, kami utamakan keselamatan pekerja, sehingga dilakukan siang hari menggunakan skylift,” katanya.
Proses penebangan juga tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu hari dikarenakan batang pohon yang keras dan berukuran besar.
“Prosesnya cukup alot. Tidak bisa selesai dalam sehari. Namun, kami targetkan sampai habis dan aman,” tuturnya.
Disperumkim Kota Bogor akan melakukan penanaman pohon pengganti di lokasi yang sama setelah proses penebangan selesai.
“Nanti kami akan lakukan penanaman ulang,” ujar Devi.
Pohon karet kebo yang ditebang ini memiliki diameter sekitar 2,5 hingga 3 meter dengan tinggi mencapai 35 meter sebelum dipangkas.
Berdasarkan dokumentasi terakhir Disperumkim pada 1972, pohon bernama latin Ficus elastica ini sudah tumbuh besar, sehingga diperkirakan berumur lebih dari 50 tahun.
(ckl/hrs)