Serba Serbi
Pilih Buah Mengkal atau Matang? Kenali Kandungan Gula dan Manfaatnya
KlikBogor – Banyak orang memilih buah yang sudah matang karena rasanya lebih manis. Hal ini karena buah matang memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibanding buah yang masih mengkal.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Antonius Suwanto menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena karbohidrat pada buah mengkal masih didominasi pati resisten yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.
“Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis,” ujarnya dalam program Perspektif yang tayang di YouTube IPB TV dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Baca juga: Benarkah Durian Pemicu Kolesterol? Ini Penjelasan Pakar IPB
Meski demikian, buah matang tetap memberikan manfaat karena kaya akan vitamin dan antioksidan. Karena itu, pilihan mengonsumsi buah mengkal atau matang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan masing-masing.
Pada beberapa jenis buah, tingkat kematangan tertentu justru menjadi pilihan konsumsi masyarakat. Ia mencontohkan durian yang masih berkulit keras, tetapi daging buahnya sudah lembut sehingga kandungan gulanya relatif lebih rendah dibandingkan durian yang benar-benar matang.
Prof Antonius mengatakan, buah mengkal dapat menjadi pilihan bagi orang yang perlu membatasi asupan gula karena kandungan fruktosanya lebih rendah. Meski begitu, buah tersebut tetap mengandung mineral, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, ia mengingatkan bahwa porsi konsumsi tetap menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar memilih tingkat kematangan buah.
“Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak,” jelasnya.
Baca juga: Kampoong Ecopreneur Dampingi Petani Leuwisadeng Menuju Pasar Ekspor Ubi Ungu
Prof Antonius menambahkan, baik buah mengkal maupun buah matang sama-sama bermanfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara bijak. Yang lebih dianjurkan adalah mengonsumsi buah dalam bentuk utuh agar kandungan serat alaminya tetap terjaga.
Menurutnya, serat alami berperan sebagai makanan bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri tersebut tidak hanya membantu menjaga sistem imun, tetapi juga menghasilkan berbagai senyawa, termasuk vitamin dan hormon, yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh, bahkan kesehatan mental.
“Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat. Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food,” pungkasnya.
(rls/hrs)