Berita

Penutupan MPLS, Dedie Rachim Tanam Pohon Bareng Siswa SDN Gunung Batu 2

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama siswa SDN Gunung Batu 2 tengah melakukan penanaman pohon dalam rangkaian penutupan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 20 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Gunung Batu 2 di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Senin, 20 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dedie Rachim dan Yantie Rachim turut bergembira bersama para siswa dengan bernyanyi lagu Serbukatif. Setelah itu, keduanya melakukan penanaman pohon yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi dan Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi.

Dedie Rachim mengatakan, kegiatan penanaman pohon dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan kepada para siswa sejak dini.

Baca juga: Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SLB dan Luncurkan Lalubi Ruang Apresiasi Karya Anak Berkebutuhan Khusus

Selain itu, para siswa juga diajarkan untuk merawat dan menjaga pohon yang ditanam mereka agar nanti ke depannya dapat memberikan manfaat.

“Intinya kita ingin anak-anak atau siswa didik mulai diperkenalkan untuk peduli kepada lingkungan, salah satunya masing-masing anak kita minta untuk belajar menanam pohon. Tujuannya untuk lebih mengenalkan alam lingkungan dan mengajarkan mereka bagaimana para siswa didik belajar bersama-sama melestarikan alam dan lingkungan,” ujarnya.

Baca juga: Dari SMPN 18, Wali Kota Dedie Rachim Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

Dedie Rachim menegaskan, tujuan penanaman sebagai pembelajaran bagi siswa untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan mengembangkan aplikasi untuk memonitor perkembangan pohon yang ditanam para siswa. Hal itu dilakukan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman saja.

“Selain menanam, para siswa juga belajar merawat, sehingga harapannya dalam satu masa, sejak kelas satu hingga kelas enam SD ada pohon tumbuh dengan baik sudah berbunga atau berbuah,” ungkap Dedie Rachim.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version