Pemerintahan

Pemkot Bogor Kejar Raihan Predikat Utama Kota Layak Anak

Published

on

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Dody Achdiat (tengah). Dok. Istimewa.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor optimis meraih predikat Utama pada penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2024, hal ini berpatokan pada hasil positif yang ditorehkan dalam tahap evaluasi administrasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terkait predikat Kota Layak Anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Dody Achdiat menuturkan, setelah dua tahun berturut-turut penilaian KLA Kota Bogor masuk predikat Nindya. Tahun ini dengan teman Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal berjuang untuk masuk ke predikat Utama.

“Dengan predikat Utama diraih tahun 2024 ini, tahun 2025 satu langkah lagi menuju Kota Layak Anak (KLA). Mudah-mudahan bisa diraih tahun ini. Untuk pengumuman penilaian bulan Januari 2025, bulan Desember verifikasi faktual, juri datang langsung ke lokasi ke Pemkot Bogor,” kata Dody dikutip Jumat, 22 November 2024.

Dody memaparkan, untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan anak yang muncul tahun 2023 sampai sekarang, yang penting adalah penanganan atau respon terhadap kasus dan itu masuk dalam penilaian.

“Sejauh ini dilihat penanganan dari kami sangat bagus sekali. Respon dan pendampingan sampai pengadilan, dikawal. Kasus tahun 2023 naik jumlahnya, tapi dua hal yang bisa menjadi indikator, pertama kejadian banyak di masyarakat, maka kami berkolaborasi dengan KPAID, komunitas pemerhati anak dan sebagainya. Kedua sisi positif, sosialisasi dan edukasi dengan cara lapor cepat sudah sampai ke masyarakat. Sehingga masyarakat cepat dan berani melaporkan,” paparnya.

Dody juga menyampaikan, untuk mencapai predikat Utama, dimulai dari nol penilaiannya. Sehingga capaian tahun sebelumnya tidak masuk penilaian, pihaknya bekerja keras tahun ini, melibatkan instansi vertikal kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lainnya.

“Ketika ada kasus anak berhadapan dengan hukum, dilihat penanganan nya. Insyaallah optimis kami dari hasil evaluasi mandiri sudah masuk nilai ke Utama jadi sekitar 800 poinnya,” jelasnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak, pada DP3A Kota Bogor, Wiwin Sukarsih menuturkan, Kota Bogor berhasil mendapat nilai 850,59 di tahap adminiatrasi KLA.

“Alhamdulillah hasil evaluasi administrasinya di atas 800. Kota Bogor bisa naik 1 peringkat dari kategori Nindya ke Utama, asal nilainya tidak turun saat penilaian di Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Setelah menjalani evaluasi administrasi, penilaian yang selanjutnya akan dijalani Kota Bogor yakni evaluasi lapangan secara hybrid di Kemen PPA,” terangnya.

Wiwin lanjut menjelaskan, seluruh pimpinan OPD dan Instansi yang ada di Kota Bogor yang berkaitan dengan pemenuhan 5 klaster hak anak yang ada dalam penilaian KLA akan menjalani penilaian tersebut. Untuk membuktikan apakah eviden yang telah diinput mereka pada tahap sebelumnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Menghadapi tahapan itu, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan semua gugus tugas, OPD dan Instansi terkait. Kami berharap tidak ada nilai yang turun sehingga Kota Bogor mendapat peningkatan kategori dalam KLA. Pemberian penghargaan KLA ini akan dilakukan pada Bulan Juli 2025 mendatang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional,” tandasnya.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version