Berita
Pasar Merdeka Tampil dengan Wajah Baru: Pasar Bersih hingga Onderdil
KlikBogor – Renovasi Pasar Merdeka saat ini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan operasi pada September 2026. Progres pembangunan pasar yang dibangun oleh investor PT. Firnie Alataz Malanihat (FAM) kini mencapai 90 persen.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Pasar Merdeka merupakan salah satu dari tiga pasar yang tengah dikembangkan bersama Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari dalam upaya menata wajah kota sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini bagian dari penataan kota. Ada tiga pasar yang insyaallah semuanya sudah siap. Pasar Jambu Dua perkembangannya sangat positif dengan penguatan konsep kuliner, kemudian Pasar Gembrong juga direspons baik oleh eks pedagang Pasar Bogor dan Plaza Bogor,” ungkap Dedie Rachim usai peninjauan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa Pasar Merdeka menjadi bagian dari penataan kawasan Jalan Merdeka, Semeru, MA. Salmun, dan Perintis Kemerdekaan. Pasar Merdeka juga akan menjadi lokasi relokasi pedagang yang saat ini berada di tempat penampungan sementara (TPS).
Dengan kapasitas sekitar 450 pedagang, sambung Dedie Rachim, pasar ini juga akan menampung pedagang barang bekas agar aktivitas jual beli tidak lagi menggunakan trotoar.
“Saya juga minta tadi bekerjasama dengan wilayah supaya pedagang loak atau barang bekas bisa masuk (pasar) sehingga rencana revitalisasi pedestrian Jalan Merdeka sampai Manunggal ke Jembatan Merah bisa dilaksanakan. Ini bagian dari proses penataan kawasan,” katanya.
Baca juga: Komisi II Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Parkir di Kota Bogor
Dedie Rachim menjelaskan, sesuai perencanaan pembangunan rampung di bulan ini dan akhir September pedagang yang ada di TPS mulai masuk secara bertahap.
Selain menjadi pasar tradisional, Pasar Merdeka juga dirancang mengusung konsep pasar bersih yang memadukan kebutuhan pokok dan sektor perdagangan lainnya.
“Intinya ada pasar bersih. Juga ada kombinasi antara sayur, buah, ikan, ayam, daging, kemudian juga onderdil dan barang bekas. Lokasi ini sangat strategis, bahkan kalau berkembang menjadi pusat kuliner juga sangat bagus,” ucap Dedie Rachim.
Untuk mendukung aktivitas kawasan, Pemkot Bogor juga tengah mengkaji perubahan arus lalu lintas kendaraan di sekitar Jalan Semeru hingga Jembatan Merah.
“Sedang kita kaji agar kendaraan dari RSUD Kota Bogor menuju Jembatan Merah tidak perlu lagi berbelok ke Jalan Mawar, tetapi bisa lurus. Harapannya Jalan Semeru yang tadinya ‘mati suri’ akan bangkit lagi pelan-pelan, tertata lagi dan bisa langsung mempersingkat waktu sampai ke Stasiun Bogor,” jelasnya.
Menurutnya, progres pembangunan Pasar Merdeka saat ini telah melampaui 90 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian akhir bangunan, area parkir, serta penambahan gardu listrik yang sedang diajukan kepada PLN.
“Ini tinggal finishing, area luar parkir, dan jaringan listrik. Gardu listrik tambahan sedang diajukan ke PLN dan mudah-mudahan segera terealisasi,” pungkasnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, pihaknya terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar pasar dapat segera dimanfaatkan oleh para pedagang.
“Sekarang sedang tahap finishing. Mudah-mudahan akhir Agustus atau September ini sudah mulai bisa difungsikan Pasar Mereka,” ujar Jenal.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk PT FAM dan Pemkot Bogor, yang terus memberikan dukungan hingga proses pembangunan hampir rampung.
Jenal menjelaskan, Pasar Merdeka tidak hanya menjadi tempat pedagang eksisting, tetapi juga akan dikembangkan sebagai sentra perdagangan barang bekas, onderdil, dan tentunya dijadikan pasar bersih.
“Dari data yang ada, sekitar 362 sampai 400 pedagang eksisting siap ditampung. Masih ada sekitar 60 unit kosong yang akan digunakan untuk menampung pedagang kaki lima di sekitar kawasan, seperti pedagang onderdil dan barang bekas. Harapannya tidak ada lagi yang berjualan di trotoar karena semuanya masuk ke dalam pasar,” jelasnya.
Pasar Merdeka akan memiliki lantai dasar dengan kapasitas 255 los meja dan los lesehan untuk pedagang kebutuhan pokok. Lantai pertama berisi 166 kios yang diperuntukkan bagi pedagang onderdil, pisang, pakaian, dan barang bekas.
Sedangkan lantai kedua disiapkan sebagai pusat kuliner, sementara area rooftop akan difungsikan sebagai kantor unit, kafe, dan ruang rapat yang bisa disewakan.
(hrs/ckl)