Berita
Pantauan Udara: Arus Mudik di Sejumlah Jalur di Bogor Masih Lancar
KlikBogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto memantau arus mudik jelang hari raya Idulfitri 1446 H/2025 M dari udara menggunakan helikopter jenis H225M milik Pangkalan Udara Atang Sendjaja (Lanud ATS).
Pemantauan udara dilakukan pada jalur Jonggol-Cianjur, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan landing atau pendaratan di jalur Puncak tepatnya di Paralayang, serta kembali ke Lanud ATS.
Turut bersama Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Danlanud ATS, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Sekda Kabupaten Bogor beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, hasil dari pemantauan udara beberapa ruas jalan di Kabupaten Bogor telah siap untuk dilalui oleh pemudik dan para wisatawan yang hendak berlibur setelah lebaran.
“Kita melihat hari ini di beberapa ruas jalan di Bogor wilayah barat, wilayah timur, wilayah selatan, terpantau semuanya masih lancar, belum terlalu ramai,” jelasnya, Kamis, 27 Maret 2025.
Berdasarkan informasi dari Polres Bogor, terang Rudy, puncak arus mudik berlangsung pada 28 Maret 2025 atau saat para pekerja mulai cuti bersama.
“Hari ini kita melihat jalur selatan jalur puncak yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi dan Cianjur dan jalur alternatif menuju Bandung melalui jalur alternatif situasi masih cukup lengang,” ungkap Rudy.
Kemudian, arus dari jalan tol Jagorawi yang menghubungkan Kabupaten Bogor dan Jakarta Karawang terpantau masih sepi dan lancar.
Bupati Bogor bersama Forkopimda Kabupaten Bogor berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat demi mendukung kelancaran arus mudik dan liburan pada momentum lebaran.
Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro memaparkan, ada sekitar 6.000 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan perayaan lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2025.
“Anggota personel Polres sebanyak 1.094 orang. Namun dengan gabungan TNI bersama Satpol PP, Dishub dan lainnya, itu kurang lebih hampir 6.000 orang,” paparnya.
Rio mengatakan, seluruh personel yang terlibat Operasi Ketupat Lodaya siaga mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 di 17 pos pengamanan, satu pos pelayanan, satu pos terpadu, serta satu pos utama.
(ags/dho)