Berita
Nataru 2025, Perumda Tirta Pakuan Siagakan Petugas dan Posko
KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan langkah antisipasi gangguan pelayanan air saat perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima pada saat kegiatan hari besar nasional.
“Setiap tahun kami melakukan hal yang sama baik saat Natal maupun Tahun Baru, ada petugas piket yang disiagakan dan ada posko-posko terkait dengan penanggulangan gangguan,” ujar Ardani, Rabu, 17 Desember 2024.
Seperti halnya, lanjut Ardani, pada saat hari raya Idul Fitri, pesta demokrasi Pilpres dan Pileg serta Pilkada serentak kemarin, menyiagakan posko-posko untuk penanganan cepat apabila ada gangguan pasokan air.
“Total ada 6 sampai 7 titik posko, di mana wilayah-wilayah yang khususnya diidentifikasi belum sepenuhnya terlayani 24 jam,” paparnya.
Ia menjelaskan, wilayah yang biasa terganggu alirannya itu menggunakan pompa, karena dikhawatirkan ada permasalahan dari listrik PLN maupun pada pompanya. “Kami biasa bersiaga di lokasi tersebut”.
Ardani berharap pada saat perayaan Nataru tidak sampai terjadi gangguan pasokan air di masyarakat Kota Bogor.
“Mudah-mudahan Nataru kali ini tidak ada gangguan. Kecuali hal-hal yang bersifat emergency ataupun karena faktor alam. Kalau ada bocor kami akan perbaiki secara cepat, mohon doa kepada masyarakat Kota Bogor agar tidak terjadi apa-apa saat Nataru,” katanya.
Pihaknya juga menyiagakan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masa selama Nataru.
“Apabila ada keluhan atau kendala, bisa menghubungi call center Tirta Pakuan, apabila membutuhkan tangki air,” jelasnya.
“Kami imbau juga pada saat air mengalir ke rumah-rumah masyarakat, diharapkan untuk menampung air, karena kita tidak tahu kapan terganggu karena bocor,” tambah Ardani.
Terkait kondisi cuaca ekstrim saat ini, pihaknya telah menambah tenaga lepas di titik-titik intake maupun di lokasi sumber-sumber air.
Hal itu dilakukan untuk permasalahan sampah yang perlu dilakukan penanganan khusus agar suplai air baku menuju water treatment tidak terganggu.
“Kami menambah 3 sampai 4 orang untuk percepatan penanganan sampah agar tetap terjaga pengelolaannya, berjalan lancar dan kapasitas tidak terganggu,” tandasnya.
(hrs)