Pemerintahan
Mengintip Program Gerobak Sae Pisan di Kampung Mantarena
KlikBogor – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor melakukan pilot project program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Pemukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman atau disingkat Gerobak Sae Pisan.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih mengatakan, instansinya selama ini sudah melakukan penanganan kawasan kumuh yang berfokus pada tujuh indikator.
Yaitu bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, proteksi kebakaran, dan pengelolaan persampahan.
“Di program Gerobak Sae Pisan ini kita menambah dua fokus, yaitu sosial ekonomi dan sosial pemberdayaan. Jadi, di dalam kawasan kumuh ini selain diperbaiki infrastrukturnya, kita perkuat juga dengan sosial ekonomi masyarakat, supaya bisa berdaya dan berpenghasilan,” ujar Esti sapaan akrabnya dikutip Minggu, 11 Agustus 2024.
Ia menambahkan, program ini menitikberatkan pada kolaborasi baik stakeholder internal maupun eksternal. Stakeholder internal yang ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor awalnya hanya melibatkan Disperumkim, DPUPR, DLH, PDAM, dan DPKP.
Namun, dengan penambahan dua fokus tersebut seluruh dinas harus berperan serta. Mengingat, permasalahan di kawasan kumuh tidak saja pada infrastruktur, melainkan erat kaitannya dengan sosial masyarakat.
“Kami turut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas UMKM, dan Diskominfo untuk menciptakan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat yang golnya, kawasan kumuh ini bisa menjadi kawasan tematik dan menjadi tempat wisata baru yang ikonik di Kota Bogor,” katanya.
Esti menjelaskan, Gerobak Sae Pisan di kampung Mantarena, RW09, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah ini merupakan proyek percontohan penanganan kawasan kumuh pertama di Kota Bogor.
Kampung Mantarena ini memiliki potensi sosial ekonomi dan sosial pemberdayaan yang memungkinkan untuk dibuat menjadi kampung tematik baru. Dengan konsep jajanan tepi sungai dan kafe-kafe cantik dengan memanfaatkan lahan atau ruang kosong yang ada.
“Minggu lalu kita sudah melakukan sosialisasi dan sejak senin kemarin sudah masuk ke pengerjaan fisik. Setelah pengerjaan fisik selesai kawasan ini akan di-launching pada akhir bulan Agustus,” tandasnya. (*)
Pingback: Kadis Esti Bawa Program Gerobak Sae Pisan Terbaik se-Indonesia