Potret

Menggali Jejak Sejarah di Lembur Sawah: Dari Situs Embah Jangkung hingga Kabayan

Published

on

Situs Kabayan. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Diseminasi Hasil Penelitian Potensi Warisan Budaya Kampung Lembur Sawah digelar di Saung Eling, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Acara dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Sebelum melakukan diskusi, Dedie Rachim bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, TACB Jawa Barat serta para peneliti, wilayah, sesepuh, inohong serta warga sekitar melihat langsung keberadaan situs Embah Jangkung dan Situs Kabayan.

Untuk mencapai lokasi tersebut melewati permukiman penduduk yang memiliki suasana masih asri serta lembahan dan perbukitan dengan latar belakang Gunung Salak.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama bagi Kota Bogor dalam menggali peninggalan sejarah.

Pada kesempatan ini, Dedie Rachim juga menyampaikan beberapa hal tentang Kerajaan Pajajaran dengan sejarah dunia.

Penelitian ini juga sebagai rangkaian dari lompatan Kota Bogor, umumnya Jawa Barat, yang akan memiliki Museum Pajajaran dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

“Kolaborasi dan sinergi ini lompatan besar bagi Jawa Barat dengan latar belakang Pajajaran yang ke depan akan memiliki Museum Pajajaran,” ujarnya.

Dedie Rachim pun berharap dari penelitian dua situs ini juga memiliki kajian timeline, story line, sehingga tidak hanya mengkaji berkaitan dengan kepurbakalaan saja.

Ketua TACB Kota Bogor, Taufik Hassunna, mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan dengan metode holistik, penelitian langsung di lapangan berkaitan dengan arkeologis, dan wawancara penduduk.

“Pada intinya kami ingin memahami bagaimana warga lembur sawah berkaitan dengan pemahaman terhadap wilayah mereka tinggal. Ini juga sebagai dasar penelitian,” kata Taufik.

Dalam penelitian ini dihasilkan laporan setebal 140 halaman yang kemudian berbagai poinnya dijelaskan secara singkat kepada Dedie Rachim dan warga.

Sementara itu, Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, menyatakan sangat senang melihat Kota Bogor yang kemajuan pembangunannya pesat, namun masih tertata dan menyimpan kearifan lokal, bahkan menjaga berbagai peninggalan situs.

Dengan demikian, menurut Lutfi, simpul-simpul itu harus terus dibuka melalui kajian dan penelitian lebih lanjut.

“Seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, bagaimana hubungannya dengan sejarah dunia internasional. Itu harus mulai dibangun. Karena mungkin sekarang kita hanya melihat puzzle, sedikit tapak-tapaknya,” katanya.

Bahkan, ia menduga bisa jadi tempat lokasi situs tersebut dahulunya merupakan permukiman atau tempat tinggal sesepuh terdahulu.

“Itu bisa diteliti lebih lanjut. Keberadaan permukiman tertua di situ. Dilihat dari lokasinya pun sangat bagus. Terlebih juga ditemukan pecahan-pecahan tembikar gerabah yang mungkin pernah ada di permukiman wilayah situ,” ujarnya.

Lutfi juga memberikan masukan agar juga dilakukan studi demografi untuk melihat secara keseluruhan posisi Lembur Sawah serta nama pada masa lalu seperti apa.

“Itu penting untuk bisa membaca permukiman sekarang itu apakah kultur baru, apakah memang sudah ada, dan Alhamdulillah tradisi kultur yang ada di sini masih dilanjutkan,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version