Serba Serbi

Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Tips Konsumsi yang Bijak

Published

on

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono. Dok. IPB University.

KlikBogor – Konsumsi gula secara berlebihan, sering kali tanpa disadari, menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono, menjelaskan jenis-jenis gula berdasarkan strukturnya serta memberikan tips konsumsi gula secara bijak.

Dalam tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV, Puspo Edi, menjelaskan bahwa gula memiliki tingkatan struktur berdasarkan kompleksitasnya.

“Yang paling sederhana yang kita kenal itu monosakarida. Contohnya glukosa dan fruktosa,” ujarnya dalam keterangannya dikutip, Rabu, 13 Agustus 2025.

Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana. Ia lanjut menjabarkan glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda dalam tubuh.

“Glukosa dapat kita temui di nasi dan kentang, sedangkan fruktosa biasanya dapat kita temui di buah-buahan dan sayuran,” paparnya.

Kepala South- East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) IPB University ini menambahkan glukosa lebih mudah diserap, sehingga akan cepat sekali meningkatkan gula darah daripada fruktosa.

Meski fruktosa memiliki rasa lebih manis, indeks glikemiknya justru lebih rendah dibandingkan glukosa. “Fruktosa sedikit lebih lambat penyerapannya, termasuk yang kita sebut indeks glikemiknya rendah,” terang Puspo.

Tubuh juga dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak ketika dibutuhkan. Selanjutnya, gabungan dua unit monosakarida akan membentuk disakarida. “Contohnya sukrosa, atau gula pasir yang kita kenal,” jelasnya.

Sukrosa terdiri dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Sementara rantai gula yang lebih panjang akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti pati.

Puspo menekankan bahwa kebutuhan gula setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada jumlah energi yang diperlukan.

Untuk konsumsi sukrosa atau gula pasir, ia menyarankan, “Dua atau tiga sendok teh sehari itu sudah cukup.”

Ia juga memberikan beberapa tips untuk konsumsi gula yang bijak. Pertama, kurangi gula pasir. Batasi penambahan sukrosa dalam makanan dan minuman.

Kedua, tingkatkan aktivitas fisik. Bakar kalori yang dikonsumsi agar tidak menumpuk. Lalu, pilih gula kompleks alami. Konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh (whole grains).

“Kita dianjurkan mengonsumsi buah lebih banyak, karena selain rasa manisnya, juga mengandung sekian banyak vitamin dan serat pangan. Itu membantu menjaga kesehatan kita,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan konsumsi gula berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Puspo pun mengajak untuk bijak konsumsi gula.

“Mari kita kurangi jumlah gula yang kita konsumsi, agar kita dapat meminimalkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus,” katanya.

(ary/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version