Serba Serbi
Mengenal Ikan Salem dan Kembung dari Sisi Morfologi, Perilaku Makan-Pola Reproduksi
KlikBogor – Ikan merupakan sumber protein yang penting bagi masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan yang sering dijumpai di pasar maupun hidangan sehari-hari, ikan salem dan ikan kembung termasuk yang paling populer.
Keduanya sama-sama lezat, kaya gizi, dan mudah diolah. Namun di balik kelezatan dagingnya, apa saja perbedaan salem dan kembung dari sisi morfologi, perilaku makan, dan pola reproduksi?
Dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Kurnia Anggraini Rahmi, mengungkapkan hasil kajian ilmiah tentang morfologi, perilaku makan, dan pola reproduksi ikan-ikan pelagis ini.
Kurnia memaparkan bahwa ikan salem memiliki tubuh ramping berbentuk torpedo dengan warna punggung biru kehijauan dan perut keperakan.
Punggungnya dihiasi garis-garis hitam melintang yang khas, dengan sirip punggung terpisah menjadi dua bagian dan sirip ekor bercabang kuat yang mendukung kemampuan berenang cepat.
Menariknya, ikan ini tidak memiliki sisik pada bagian kepala dan sebagian besar tubuh, kecuali pada area gurat sisi.
“Salem berkembang biak secara bertahap atau batch spawning dengan telur dan larva bersifat pelagis,” imbuh Kurnia dalam keterangannya, dikutip Rabu, 10 September 2025.
Ia menambahkan siklus reproduksi ikan salem dimulai sejak Maret dengan kematangan gonad jantan (late spermatogenesis), mencapai puncak pada April hingga Juni saat proses spermiation, lalu memasuki fase pasca-pemijahan pada Juli.
Untuk betina, vitelogenesis awal berlangsung pada Maret, berlanjut pada Mei, dan fase pasca-pemijahan juga terjadi pada Juli. Musim pemijahan diperkirakan berlangsung dari akhir Mei hingga pertengahan Juli, dengan puncak pada Juni.
Sementara itu, ikan kembung umumnya dikenal dengan dua jenis: kembung lelaki dan kembung perempuan. Penyebutan ini semata karena penamaan lokal, tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin. Baik kembung lelaki maupun perempuan, masing-masing keduanya memiliki jenis kelamin jantan dan betina.
Ikan kembung lelaki atau biasa disebut kembung banjar (Rastrelliger kanagurta) memiliki ciri khas berupa satu totol hitam di dekat sirip dada.
Ikan ini hidup berkelompok di wilayah pesisir hingga perairan lepas dan mengonsumsi plankton berukuran besar, kopepoda, dan krustasea.
Kurnia menambahkan ikan kembung memiliki tapis insang berukuran besar untuk menyaring jenis plankton yang relatif besar. Proses pemijahannya dilakukan lebih dari satu kali dalam satu musim, dengan pelepasan telur secara bertahap.
Adapun ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) memiliki tubuh lebih pipih dibandingkan ikan kembung lelaki, dengan punggung berwarna keemasan dan bintik hitam khas.
“Karakter pembeda lainnya terdapat pada struktur tapis insang yang lebih halus, karena jenis makanannya berupa plankton kecil seperti diatom dan larva kopepod,” jelas Kurnia.
Ikan kembung mencapai kematangan gonad pertama pada panjang cagak sekitar 156,6 mm untuk betina, sedangkan untuk jantan 160,3 mm.
(ary/hrs)