Berita
Mantan Komisioner Kompolnas Angkat Suara Terkait Penanganan Kasus AKP Dadang Iskandar
KlikBogor – Mantan Komisioner Kompolnas 2016 – 2020, Andrea H Poeloengan angkat suara terkait kasus Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar menembak mati rekannya, Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari.
“Bagi saya yang memperihatinkan, ada pembunuh polisi yang katanya menyerahkan diri ke Propam Polda, malah seperti diperlakukan istimewa,” ungkap Andrea, Jumat, 22 November 2024.
Menurutnya, hal ini tampak ketika seperti tanpa penyesalan pelaku dapat duduk sambil merokok ketika diduga diperiksa oleh Propam di ruang Subdit Provost Bidang Propam Polda Sumatera Barat.
“Aneh, walaupun pelaku itu polisi dan menyerahkan diri, seharusnya pelaku segera dibawa untuk diperiksa oleh jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Barat,” ujarnya.
“Ada tindak pidana pembunuhan. Ada korban pembunuhan, ada saksi-saksi, ada proyektil, dan belum lagi pelaku juga menembak beberapa kali ke rumah Kapolresnya,” imbuh Andrea yang saat ini bertugas sebagai Tenaga Profesional Bidang Hukum dan HAM di Lemhannas RI.
Bahkan, menurut Andrea, seharusnya Jumat siang (22/11/2024), Polda Sumatera Barat sudah bisa mengekspose kasus dan memasang baju tahanan pada pelaku, karena terhadap kasus pembunuhan sudah cukup alat buktinya. Ketidakprofesionalan dari penanganan pembunuhan ini, membuat keraguan bagi Andrea.
“Saya khawatir jika sangkaan dan ancaman hukumannya bukan hukuman mati. Saya khawatir ujung-ujungnya nanti hakim tidak menghukum mati. Kita sudah punya pengalaman pada kasus FS cs, tidak ada satupun yang dihukum mati,” ujar Andrea.
Selanjutnya, Andrea juga mengkhawatirkan jika perkara tindak korupsi dan tindak pidana pencucian uang, juga tidak akan terungkap dengan baik.
“Yang pembunuhan itu yang tindak pidana umum saja belum baik penanganannya, apalagi yang tindak pidana khusus? Saya berharap Kapolri menurunkan tim asistensi untuk Dit Krimum dan Dit Krimsus Polda Sumbar,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan AKP Ulil Ryanto Anshari oleh AKP Dadang Iskandar terjadi di parkiran dekat ruang identifikasi Kantor Satuan Reskrim Polres Solok Selatan, pada Jumat, 22 November 2024, sekira pukul 00.15 WIB.
Diketahui, menurut keterangan Dokter Puskesmas, Almarhum AKP Ulil Ryanto Anshari mengalami luka tembak di bagian pelipis kanan tembus ke belakang kepala hingga meninggal dunia.
AKP Dadang Iskandar sendiri telah menyerahkan diri ke Polda Sumatera Barat. Kasus penembakan ini diduga sebagai bagian dari “mafia tambang Galian C” di Solok.
(red)