Serba Serbi

Malahayati Consultants Edukasi Warga Bogor soal Dampak Pinjol dan Pemulihan Mental

Published

on

Kepala KCP Bogor PT. Malahayati Nusantara Raya, Harry Sudrajat saat memaparkan materi dalam seminar New Mentality Health (NMT) bagi masyarakat Kota Bogor, Minggu, 11 Oktober 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – PT. Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Consultants Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bogor menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus seminar New Mentality Health (NMT) bagi masyarakat Kota Bogor pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar di kantor Malahayati Consultants, Jalan Pengadilan, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah ini bertujuan memberikan literasi sekaligus pendampingan bagi masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol).

Kegiatan kali ini bertemakan ‘Literasi dan Edukasi Dampak Negatif Pinjol, Pemahaman Hukum Perdata, Pidana dan Ketenagakerjaan Serta Training Pemulihan Mental’. Kegiatan ini menegaskan bahwa persoalan pinjol tidak sekadar soal utang, melainkan berdampak luas terhadap kondisi mental, hubungan sosial, hukum hingga pekerjaan seseorang.

Kepala Departemen Produk dan Layanan Malahayati Consultants, Maulana Akbar menuturkan, seminar NMT diselenggarakan untuk membangun pemahaman masyarakat agar tidak awam dan tidak berlebihan takut terhadap risiko yang dihadapi akibat pinjol.

“Lebih dari sekadar sosialisasi, Malahayati Consultant juga memberikan pendampingan teknis ketika masyarakat mengalami tekanan penagihan, baik saat petugas datang ke rumah maupun ke tempat kerja,” ungkap Maulana.

Baca juga: Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi 

Maulana menerangkan, tekanan utang dan dampak mental dalam seminar ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak tekanan utang terhadap kondisi psikologis, mulai dari stres, kecemasan, penyesalan, depresi, hingga keputusasaan.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep siklus respons emosional atau grief cycle, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.

“Dua pendekatan diperkenalkan kepada peserta pendekatan berfokus pada emosi untuk mengelola tekanan perasaan, serta pendekatan berfokus pada masalah untuk menyusun langkah penyelesaian yang nyata,” ujarnya.

Maulana menjelaskan, peserta juga dibekali cara menghadapi penagihan dari petugas kantor maupun lapangan, serta memahami batas antara kewajiban melunasi utang dengan praktik penagihan yang melanggar hukum, seperti pemerasan, pengancaman, penyebaran data pribadi dan pencemaran nama baik.

Ia menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat tidak mengambil keputusan yang justru memperburuk keadaan saat menghadapi persoalan gagal bayar.

“Kami berharap masyarakat tidak takut. Kami ingin memastikan mereka tidak mengganti masalah gagal bayar dengan persoalan lain yang lebih berat, seperti bunuh diri, mengorbankan keluarga, hingga perceraian,” jelas Maulana.

Hingga saat ini, total klien yang telah didampingi Malahayati Consultant berjumlah sekitar 100.000 orang yang tersebar di berbagai kantor cabang, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bekasi, Sukabumi, Bogor, Serang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Probolinggo.

Baca juga: 2 Raperda Disahkan jadi Perda, Atur Perdagangan dan Adminduk

Sementara itu, Kepala KCP Bogor, Harry Sudrajat mengatakan, antusiasme masyarakat Bogor cukup besar dalam kurun waktu sekitar lima bulan beroperasi, pihaknya telah mendampingi lebih dari 300 klien. Bagi masyarakat Bogor yang sudah memiliki permasalahan dengan pinjol, tidak perlu khawatir.

“Kami hadir untuk mendampingi masyarakat. Kami mengimbau masyarakat yang belum terjerat pinjol untuk mempertimbangkan risikonya dengan matang. Pinjaman online lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya,” terang pria yang akrab disapa Bang Jho.

Bang Jho menjelaskan, melalui kegiatan ini, Malahayati Consultant berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang dihadapi, mengelola tekanan emosional, serta menentukan langkah penyelesaian masalah secara lebih terarah.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version