Serba Serbi

Limbah Jerami Padi Disulap jadi Biopot Bernilai Ekonomi

Published

on

Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University mengajarkan pembuatan biopot. Dok. IPB University.

KlikBogor – Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University melakukan pengajaran tata cara pengolahan limbah jerami padi menjadi produk yang lebih bermanfaat, yakni biopot.

Hal itu dilakukan kepada masyarakat Desa Sidorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Diketahui, selama ini limbah damen (jerami padi) di desa tersebut digunakan untuk pakan sapi, atau dibakar. Fenomena tersebut melatarbelakangi tim dosen IPB University untuk mengajarkan masyarakat Desa Sidorejo tata cara pembuatan biopot.

Tim yang diketuai Dr Siti Nikmatin ini memperkenalkan metode pembuatan geotekstil, yaitu lembaran material dari serat biomassa yang tersusun acak yang memiliki pori-pori dan sifat tembus air dan cahaya. Dr Irmansyah, Rima Fitria Adiati, MT, Abd Djamil Husin, MSi ikut terlibat dalam program ini.

“Geotekstil yang dibuat dapat dijadikan berbagai produk turunan, salah satunya adalah biopot. Pembuatan biopot ini diharapkan menjadi salah satu solusi pengolahan limbah jerami padi di lingkungan Desa Sidorejo,” ungkap Dr Siti Nikmatin dikutip Sabtu, 17 Januari 2026.

Dengan pengolahan ini, lanjut dia, limbah jerami dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Keunggulan biopot dibandingkan polybag atau pot plastik adalah sifat biodegradable, atau dapat terurai dengan alami sebagai pupuk tambahan sehingga tidak perlu repot dalam penggantian media tanam dan polybag plastik.

Selain mengenalkan pembuatan biopot geotekstil, tim juga menyediakan beberapa mesin yang mendukung pembuatan geotekstil, yaitu mesin pengurai jerami, kompresor, mesin penyemprot dan mesin potong.

“Saat ini sedang masa panen padi, dan jerami ini melimpah. Limbah ini biasanya hanya dibakar dan hanya sebagian kecil untuk pakan ternak, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Dengan adanya biopot, masyarakat bisa memanfaatkan limbah jerami padi lebih baik lagi, untuk dijual atau digunakan sendiri,” ujar Dr Siti Nikmatin.

Program ini disambut dengan antusiasme masyarakat. “Kami sangat berterima kasih kepada IPB karena mengajarkan sesuatu yang baru. Dengan pembuatan pot ini kami bisa menanam tanpa membeli polybag atau pot. Harapan kami kegiatan semacam ini terus dilakukan,” ujar M Islah, Ketua Kelompok Tani Karya Tani Desa Sidorejo.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version