Serba Serbi
Lapisan Putih Daun Pisang Aman atau Berbahaya? ini Kata Pakar IPB
KlikBogor – Bagi masyarakat Indonesia, daun pisang menjadi pilihan utama untuk pembungkus makanan. Selain praktis, bahan alami ini juga ramah lingkungan, bahkan dipercaya memberikan aroma khas pada makanan.
Tapi, ada hal menarik yang luput dari perhatian sebagian orang, yaitu lapisan putih yang menempel di bawah daun pisang. Apakah aman atau justru berbahaya?
Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Dr Tjahja Muhandri, menjelaskan bahwa lapisan putih yang kerap terlihat pada permukaan bawah daun pisang bukanlah kotoran, melainkan lilin alami atau epikutikular wax.
“Epikutikular wax ini berfungsi melindungi daun dari kehilangan air, serangan mikroorganisme, serta menjaga kelenturannya,” kata Dr Tjahja dalam penjelasannya mengenai keamanan penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan dikutip Selasa, 16 September 2025.
Menurutnya, lilin alami tersebut bersifat hidrofobik dan non-toksik, sehingga aman bila bersentuhan langsung dengan makanan. Bahkan, keberadaannya dapat membantu menjaga makanan agar tidak cepat lembek atau rusak.
Meski demikian, Dr Tjahja mengingatkan bahwa daun pisang tetap perlu dicuci sebelum digunakan, terutama jika terkontaminasi tanah, debu, atau pestisida.
Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara lilin alami dan lapisan putih yang terpisah dari daun. Jika lapisan tersebut mudah terlepas, besar kemungkinan itu adalah kapang mikroba dari kelompok fungi yang memiliki filamen atau miselium.
Kapang sendiri merupakan mikroba penting dalam mikrobiologi pangan. Namun, keberadaannya pada daun pisang perlu diwaspadai.
Dr Tjahja juga menyarankan dalam praktik membungkus makanan, penggunaan bagian atas daun pisang yang licin dan mengkilap karena lebih bersih dan mudah dibersihkan.
Sementara bagian bawah yang mengandung lilin putih tetap bisa digunakan, tetapi berisiko meninggalkan serbuk putih pada makanan.
Adapun untuk mengurangi lapisan lilin tersebut, daun pisang dapat dibersihkan dengan kain bersih yang sedikit lembap.
Setelah itu, proses pelayuan dengan api kecil atau air panas dianjurkan agar daun menjadi lebih lentur dan tidak mudah sobek saat digunakan sebagai pembungkus.
(ary/hrs)