Berita

Lahan Eks Longsor di Gang Barjo Bakal Dijadikan Taman

Published

on

Ilustrasi taman. Dok. Pixabay.com.

KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) berencana akan mengubah lahan bekas longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, menjadi ruang terbuka hijau.

Kepala Bidang Pengelola dan Keanekaragaman Hayati pada Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti Juvita menjelaskan, ruang terbuka hijau atau taman eks landbanking Gang Barjo akan dibangun tahun ini.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan taman ini seluas 800 meter persegi dan telah dibeli oleh Pemerintah Kota Bogor tahun lalu senilai Rp900 juta.

“Taman di Gang Barjo dibangun untuk antisipasi, karena sudah jadi pemukiman kawasan hitam tidak bisa dimanfaatkan untuk bangunan dan dibeli dijadikan ruang terbuka hijau,” ujar Devi, Senin, 17 Februari 2025.

Nantinya, imbuh Devi, di dalam taman terdapat fasilitas lapangan dan arena bermain. Namun di dekat tebing tidak ada aktivitas yang dilakukan.

Pihaknya juga akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak Apollo untuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT) pada tebing tersebut.

“Kami mau FGD juga nanti minta pihak Apollo supaya membangun sendiri TPT supaya jangan longsor lagi. Kami enggak mungkin pasang TPT di lahan orang,” ungkapnya.

Devi mengatakan, alokasi anggaran pembangunan taman ini senilai Rp400 juta. Namun pembangunan taman ini masih tahap perencanaan sehingga belum mengarah ke fisik.

“Semua masih tahap perencanaan, FGD-FGD. Takutnya kami bangun, warga menolak, dihentikan proyeknya,” jelas Devi.

Selain taman eks landbanking Gang Barjo, Disperumkim juga berencana akan membangun taman Yasmin di Kecamatan Bogor Barat di tahun yang sama. Alokasi anggaran pembangunan taman ini senilai Rp1,6 miliar.

Di taman ini nantinya terdapat mini soccer dengan rumput sintetis. Namun ukuran lapangan ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Taman Manunggal.

“Taman Yasmin nanti akan dibangun kayak mini soccer, tapi tidak seperti (taman) Manunggal lebih kecil, karena kemarin FGD dengan warga meminta semua fasilitas tetap ada, tidak hanya jadi lapangan saja. Sehingga buat kurban dan parkiran tetap ada,” jelasnya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version