Serba Serbi
Kukusan jadi Tren Kuliner Sehat, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
KlikBogor – Makanan kukusan dan rebusan yang kian digemari masyarakat dinilai membawa dampak positif dari sudut pandang gizi.
Tren kuliner ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, menjelaskan bahwa berbagai jenis pangan yang disajikan dalam bentuk kukusan memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan.
“Pangan kukusan seperti jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi tubuh,” ujar Ai Imas dikutip Jumat, 9 Januari 2026.
Dari sudut pandang gizi, ia berpandangan tren makanan kukusan merupakan hal yang positif lantaran selaras dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan alami dan minim proses.
Metode pengolahan makanan dengan cara dikukus atau direbus juga cenderung lebih sehat dibandingkan metode menggoreng.
“Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga pangan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori,” kata Ai Imas.
Selain itu, suhu pengukusan yang relatif lebih rendah membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral.
“Bahan pangan yang dikukus tidak kontak langsung dengan air, sehingga kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil,” katanya.
Ia juga memaparkan bahwa sejumlah bahan pangan sangat diuntungkan jika diolah dengan teknik kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang berfungsi sebagai sumber karbohidrat.
Sementara itu, sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya akan vitamin dan antioksida. Kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan edamame, menjadi sumber protein nabati dan mineral.
Sedangkan jagung manis mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral. Telur juga termasuk bahan pangan yang cocok dikukus sebagai sumber protein hewani.
Sebagian besar bahan tersebut merupakan pangan lokal Indonesia. Selain mendukung pemenuhan gizi, pengolahannya juga berkontribusi pada penguatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Terkait frekuensi konsumsi, Ai Imas menegaskan bahwa makanan kukusan aman dan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Namun demikian, prinsip variasi dan keseimbangan zat gizi tetap perlu diperhatikan.
“Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberikan rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal,” katanya.
(rls/hrs)