Berita

Kota Bogor Sabet Predikat Menuju Kota Bersih dari Menteri LH

Published

on

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kiri) menyerahkan penghargaan predikat Kota Menuju Bersih kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan predikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Penghargaan kinerja pengelolaan sampah kepada kabupaten dan kota ini diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Gedung Balai Kartini, Jakarta.

Rakornas ini digelar dengan tujuan untuk mendorong akselerasi percepatan penyelesaian sampah secara masif dari hulu ke hilir.

Mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)’, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat sampah di Indonesia sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor masuk kategori kota menuju bersih bersama 12 Kota dan 22 Kabupaten se-Indonesia.

Baca juga: Pemkab-Pemkot Bogor Teken  Kerja Sama Kelola TPAS Galuga Menuju PSEL

Perubahan kategori pada Kota/Kabupaten Bersih atau Kotor Tahun 2026 disiapkan dalam rangka persiapan penilaian sejenis Adipura pada tahun berikutnya.

“Namun demikian, penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 Kota lain yang menerima penghargaan dari 98 Kota se-Indonesia,” ungkap Dedie Rachim dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya mengatakan bahwa 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping.

Sementara itu, 66 persen TPA lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, yaitu controlled landfill bahkan sanitary landfill.

Transformasi menuju controlled landfill dan sanitary landfill dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Selain mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, sistem ini juga memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana secara lebih aman dan terukur.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version