Serba Serbi

Keseruan Main Layangan di Langit Katulampa, Putus Terbang Lagi

Published

on

Penghobi layangan tengah menerbangkan layang-layang di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Puluhan layang-layang dengan beragam warna dan motif menarik mewarnai langit di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun turut larut dalam keseruan menerbangkan layang-layang. Saat cuaca cerah dan angin berembus cukup kencang, area persawahan tersebut menjadi tempat berkumpulnya para penghobi layangan.

Seperti yang dilakukan Acong (31), warga Sukaraja, Kabupaten Bogor. Bersama teman-temannya, ia sengaja datang untuk mengisi waktu luang dengan menerbangkan layang-layang.

“Kalau saya paling iseng gitu, setiap Sabtu kalau enggak Minggu, tanggal merah atau hari libur,” kata Acong dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca juga: Pembangunan R3 Berlanjut, Tahun Ini Tembus Katulampa Bendungan

Menurutnya, kawasan yang berada dipinggir Jalan Regional Ring Road (R3) tersebut hampir setiap hari ramai oleh pemain layangan, terutama saat musim kemarau. Aktivitas biasanya dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang azan Magrib.

“Biasanya di sini ramainya hampir tiap hari asal cuacanya bagus, angin bagus. Ramai terus,” ujarnya.

Acong mengatakan, keseruan bermain layang-layang semakin terasa saat para pemain melakukan perang layangan atau adu ketangkasan untuk memutus benang lawan.

“Perang adu biasa, iseng-iseng,” kata Acong.

Jenis layangan yang dimainkan pun beragam, mulai dari seot, sukhoi hingga jabrug. Namun, menurut Acong, layangan jenis sukhoi dan seot menjadi yang paling sering diterbangkan di kawasan tersebut.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Ia mengaku bisa merogoh kocek Rp50 ribu untuk permainan tradisional tersebut. Bahkan, Acong membawa sekitar 15 layangan untuk dimainkan bersama teman-temannya.

“Tadi bawa layangan dari rumah 15. Kalau habis, beli lagi. Kan di sini ada banyak yang jualan,” ujarnya.

Bagi para pemain, layangan yang putus dan terbawa angin bukan berarti permainan berakhir. Layangan baru segera diterbangkan kembali, hingga persediaan yang dibawa habis.

“Putus, terbang lagi, terus aja sampai habis,” tutur Acong.

Ramainya pemain layangan juga turut membawa berkah bagi para penjual yang menjajakan barang dagangannya.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version