Parlementaria
Ke DPRD, Forkom Perguruan Tinggi Bogor Usulkan Beasiswa untuk Mahasiswa
KlikBogor – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menerima kunjungan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Bogor di Kantor DPRD Kota Bogor, pada Selasa 16 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Forkom Perguruan Tinggi meminta DPRD mengalokasikan anggaran beasiswa untuk mahasiswa yang tinggal di Kota Bogor.
“Bangsa ini bisa maju kalau pendidikan maju. Level pendidikan yang bisa membuat bangsa maju adalah level perguruan tinggi,” ujar Ending Mujahidin, Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor mewakili Forkom Perguruan Tinggi Bogor dalam keterangannya, dikutip Jumat, 19 September 2025.
Namun demikian, angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT) masih rendah. Berdasarkan data terakhir APK PT tercatat hanya 31 persen.
“Dari sekitar 18 ribu calon lulusan SMA atau SMK, sekitar 12 ribu di antaranya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena masalah finansial,” imbuhnya.
Mereka yang mendaftar di perguruan tinggi, kata Mujahidin, banyak yang mengajukan beasiswa. “Banyak yang mengajukan beasiswa tapi banyak yang tidak bisa dikabulkan. Di UIKA sendiri pada 2025, dari 260 pendaftar beasiswa hanya 64 yang dikabulkan,” ujarnya.
Semua pimpinan perguruan tinggi swasta yang hadir dalam kesempatan ini menyatakan hal serupa terjadi juga di lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Selanjutnya, Forkom Perguruan Tinggi Bogor mengusulkan kepada DPRD agar mengalokasikan beasiswa bagi penduduk Kota Bogor yang tidak mampu minimal sebanyak 1.000 orang. Adapun kisaran uang kuliah 4-5 juta per semester.
Atas aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil meminta agar forum menindaklanjuti dengan segera mengajukan proposal. “Proposal itu sebagai dasar untuk mengalokasikan anggaran,” ucapnya.
Saat ini, kata Adityawarman, lembaganya tengah merencanakan bantuan untuk siswa SMP yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Ada bantuan untuk siswa yang masuk ke SMP swasta. Kewenangan kami maksimal sampai SMP. Yang lain tidak wajib,” ungkapnya.
“Untuk mahasiswa harus kita dukung juga,” pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dalam pertemuan tersebut Adityawarman didampingi oleh Wakil Ketua III Dadang Iskandar Danubrata, Ketua Komisi I Karnain Asyhar dan Ketua Komisi IV Ence Setiawan.
(ckl/hrs)