Berita

Kawasan Kumuh di Kota Bogor Berkurang 30 Hektare Sepanjang 2025

Published

on

Program Gerobak Sae Pisan tidak saja menata kawasan kumuh dengan perbaikan infrastruktur, melainkan juga ada intervensi bidang sosial dan ekonomi. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman di Kota Hujan.

Melalui Program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (Gerobak Sae Pisan) berhasil menurunkan luasan kawasan kumuh 30 hektare sepanjang 2025.

Diketahui, program ini tidak saja menata kawasan kumuh dengan perbaikan infrastruktur, melainkan juga ada intervensi bidang sosial dan ekonomi.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ari Syarifudin, mengatakan program Gerobak Sai Pisan tahun ini dilaksanakan di tiga lokasi yakni Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, dan Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

​”Untuk Harjasari alhamdulillah sudah 100 persen selesai untuk pekerjaan fisiknya, jalan maupun drainase. Saat ini karena di Gerobak Sae Pisan tidak hanya fisik saja, ada sosial, ekonomi, jadi ada kegiatan UMKM serba jamur dan sudah kerja sama dengan Universitas Indraprasta,” papar Ari, Minggu, 2 November 2025.

Selain itu, pembangunan bank sampah kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pihaknya optimistis penataan kawasan kumuh di Harjasari dari luasan 4 hektare lebih bisa menjadi nol.

“Insyaallah menjadi nol. Karena ada tujuh indikator, yaitu jalan, drainase, dan persampahannya sudah dibantu DLH. Dan kemarin dapat CSR (Corporate Social Responsibility) dari Telkomsel, gerobak sampah. Kemudian air bersih, air minum, air limbah juga beberapa sudah masuk dari Dinas PUPR,” katanya.

Untuk kegiatan proteksi kebakaran juga telah dilakukan sosialisasi di seluruh lokasi Gerobak Sae Pisan. Termasuk terkait kesehatan lingkungan telah lakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Ari melanjutkan untuk penataan kawasan kumuh di Cibogor saat ini telah mencapai hampir 90 persen selesai. Lokasi ini nantinya akan dijadikan Kampung Glowing.

“Alhamdulillah jalan-jalan lingkungan sudah bagus. Nanti kita masukkan ke kampung kumuh yang glowing. Jadi tadinya wilayah kumuh, tapi sekarang jadi bagus, ditambah dengan masyarakatnya juga ikut menjaga kebersihannya di Cibogor,” katanya.

Adapun penataan kawasan kumuh di Cibuluh saat ini baru mencapai 80 persen. Ari menjelaskan alasan pencapaian itu dikarenakan adanya kendala seperti banyak kejadian banjir di wilayah tersebut sehingga harus bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemkot Bogor mengucurkan APBD 2025 sebesar Rp5 miliar untuk tiga titik lokasi tersebut. Selain itu, penataan juga dilakukan di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan bantuan keuangan Rp9 miliar.

Anggaran tersebut meliputi pembangunan jalan, drainase, motor sampah, mandi cuci, dan septic tank individu. Selain itu perbaikan 50 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

“Alhamdulillah, Pasir Jaya 11 hektare tahun ini semua sudah terlaksana, jadi bebas kumuhnya jadi nol. Nanti ada serah terima,” ungkapnya.

Ari mengatakan kawasan kumuh di Kota Bogor tahun ini mengalami penurunan 30 hektare dan tersisa 210 hektare yang harus diintervensi dengan berbagai kewenangan baik oleh pemerintah kota, provinsi, dan pusat.

Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan penurunan 20 hektare setiap tahun. Untuk menjaga agar tidak kumuh kembali kawasan yang telah diintervensi juga dibentuk Tim Gerobak Sae Pisan di setiap kelurahan.

“Tim nanti bertanggung jawab juga buat kami perawatan setiap tahunnya. Kalau misalnya kami ke sana evaluasi, dari masyarakatnya juga ada follow back-nya. Saling menjaga bareng, begitu, di Gerobak Sai Pisan ada SK khusus dari kelurahan,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version