Berita

IPB University Kembangkan Drone dan Sistem Televisual Bawah Air

Published

on

Drone dan sistem televisual bawah air, salah satu inovasi IPB University bidang kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan pada Senin, 30 September 2024.

KlikBogor – Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Profesor Indra Jaya dan tim mengembangkan drone dan sistem televisual bawah air.

Teknologi ini merupakan integrasi pemanfaatan wahana observasi bawah air dan artificial intelligence (Al) yang mendorong efisiensi dan efektivitas keseluruhan rangkaian bisnis proses dari sistem produksi pangan.

“Penelitian dan inovasi kami berfokus pada pengembangan dan implementasi wahana observasi bawah air dan pemanfaatan teknologi Al untuk menjadi solusi inovatif bagi dua persoalan utama yang kita hadapi saat ini dan akan datang,” tutur Ketua Tim Inovasi, Profesor Indra Jaya saat Launching Inovasi IPB Bidang Kecerdasan Buatan (Al) dikutip Senin, 7 Oktober 2024.

Melalui pengembangan wahana drone permukaan air, autonomous surface vehicle (ASV) dapat diamati dan dikumpulkan datasets gambaran kondisi ekosistem perairan.

Ia menambahkan dengan bantuan teknologi Al, datasets yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi kuantitatif tingkat kesehatan lingkungan bawah air yang diamati.

“Berdasarkan tingkat kesehatan inilah kemudian dapat dirancang dan diimplementasikan program mitigasi kerusakan dan program prioritas rehabilitasi yang dapat dilakukan,” paparnya.

Wahana lain yang telah dikembangkan sebagai komplementer drone permukaan air adalah drone bawah air, autonomous underwater vehicle (AUV).

Hasil observasi atau datasets yang dikumpulkan oleh AUV dapat dianalisis untuk memeriksa atau menginspeksi infrastruktur bawah air, seperti kondisi jaring pada karamba jaring apung (KJA), apakah perlu segera dibersihkan dari teritip atau tidak.

“Aplikasi AUV dan AI dapat dimanfaatkan antara tain untuk identifikasi, klasifikasi, kelimpahan, indeks keragaman biota, dan kondisi habitat dasar laut,” terang Profesor Indra.

Sementara, sistem televisual bawah air dan Al yang dikembangkan untuk pemantauan jangka panjang dapat digunakan untuk memantau perkembangan budi daya biota air, seperti ikan dan udang dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, sambungnya, teknologi ini dapat memprediksi tingkat pertumbuhannya serta kapan waktu yang optimal untuk dipanen.

“Integrasi wahana-wahana observasi serta pengembangan dan penerapan Al ini kami yakini dapat menjadi salah satu bagian dari solusi inovatif untuk menjadikan lingkungan laut yang sehat (blue ocean) dan menaikkan produksi pangan dari laut (blue food),” kata Profesor Indra.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version