Berita

Hari Perdana WFH ASN Kota Bogor, Wamendagri Turun Langsung

Published

on

Wamendagri, Bima Arya didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi saat meninjau langsung rumah ASN Pemerintah Kota Bogor yang melaksanakan work from home (WFH), Jumat, 10 April 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, meninjau langsung pelaksanaan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jumat, 10 April 2026.

Didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Bima Arya melakukan monitoring pelaksanaan sistem kepegawaian dari Balai Kota Bogor melalui Simpeg e-Kinerja Kota Bogor.

Selanjutnya melakukan pengecekan langsung perangkat daerah di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. Kemudian dengan menggunakan kendaraan listrik meninjau Kelurahan Paledang serta rumah ASN yang melaksanakan WFH.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Bima Arya mengatakan, pelaksanaan WFH di Kota Bogor sangat baik. Ia juga mengapresiasi pengaturan mekanisme kerja di rumah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor.

“Pertama, mekanisme pengawasan yang sangat baik. Karena sudah ada aplikasi e-Kinerja di tingkat Kota Bogor yang telah menyesuaikan pengaturan mekanisme kerja di rumah. Jadi, yang kami lihat tadi sangat kami apresiasi, ASN di rumah bisa melakukan absensi dan koordinatnya disesuaikan dengan lokasi rumah. Jadi, kalau bergeser dianggap tidak absen,” kata Bima Arya.

Jika ada ASN yang melanggar ketentuan WFH, lanjut Bima Arya, maka akan dikenakan sanksi berupa pengurangan tunjangan kinerja.

Setelah pelaksanaan WFH berjalan satu bulan, kepala daerah akan melakukan evaluasi sejauh mana kinerja tetap terpenuhi.

“Dan kami melihat bahwa WFH ini harus didampingi dan diimbangi dengan perangkat teknologi sistem pemantauan yang mumpuni,” ucapnya.

Sementara bagi ASN yang masih melakukan work from office (WFO), pihaknya meminta untuk memaksimalkan penggunaan transportasi publik sebagai bentuk efisiensi, atau menggunakan sepeda dan kendaraan listrik.

Baca juga: Warga di Bogor Diduga jadi Korban Tukar Kartu ATM, Polisi Selidiki

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan WFH di Kota Bogor dilaksanakan untuk level eselon III ke bawah, dengan persentase 9 persen atau 1.054 dari total keseluruhan ASN.

Ia menambahkan, WFH di Kota Bogor dilaksanakan berbasis teknologi dengan pengawasan yang ketat.

Pemantauan dilakukan melalui koordinat ASN yang sedang melaksanakan WFH, absensi tiga kali dalam satu hari, serta kewajiban setiap ASN untuk memberikan laporan.

“Dan ini harus dipastikan pelaksanaan pelaporannya dilaksanakan sesuai dengan koordinat kediaman masing-masing,” jelasnya.

Dari penerapan sistem WFH, jika dikaitkan dengan efisiensi, secara keseluruhan mengalami penghematan air, listrik, dan BBM, baik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi.

“Secara akumulatif, efisiensi bisa mencapai hampir Rp900 juta per bulan. Itu dari akumulasi hanya eselon III ke bawah,” katanya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version