Parlementaria

Hakanna Sambangi Keluarga Korban yang Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane

Published

on

KlikBogor – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN, Hakanna, menyambangi keluarga Bayu Zulkarnaen, warga yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane. Kedatangannya dilakukan untuk memberikan dukungan sekaligus bantuan kepada keluarga korban yang tengah menanti kabar pencarian.

Hakanna datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga Bayu .

“Tadi juga dengan Pak Sekda beserta jajaran ke rumah keluarga, kita menengok. Memang dalam keadaan keluarga juga drop dan mudah-mudahan kita doakan mudah-mudahan keluarga juga diberikan ketabahan,” ujar Hakanna, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Di sisi lain, Hakanna turut meninjau upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Ia mengapresiasi personel SAR yang terus berupaya mencari keberadaan Bayu hingga memasuki hari ketiga operasi.

Menurutnya, dukungan terhadap personel SAR perlu terus dijaga agar proses pencarian dapat berjalan optimal selama operasi berlangsung.

“Alhamdulillah saya lihat tadi tim SAR-nya juga sudah terus berupaya, berikhtiar supaya segera menemukan korban tersebut,” kata Hakanna.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan

Hakanna berharap pencarian pada hari ketiga dapat membuahkan hasil dan memberikan titik terang mengenai keberadaan Bayu.

“Karena ini sudah masuk di hari ketiga. Harapan hari ini menemukan titik terang,” sambungnya.

Selain itu, Hakanna juga berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian kepada keluarga korban. Menurutnya, kondisi keluarga yang tengah menghadapi musibah membutuhkan dukungan, baik secara moril maupun bantuan yang dapat meringankan beban mereka.

“Kita juga harus memberikan perhatian kepada keluarga korban. Mereka tentu dalam kondisi yang sangat berat dan membutuhkan dukungan. Saya berharap ada santunan atau bantuan yang dapat diberikan kepada keluarga, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang sedang mengalami musibah,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, pencarian korban melibatkan Basarnas, BPBD, Damkar, serta sejumlah relawan. Saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan berbagai upaya untuk menemukan korban.

“Saya meninjau langsung ke lapangan bersama anggota dewan, Ibu Hakanna. Barusan terinformasikan dari tim SAR yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan Damkar, dan para relawan, ini terus berusaha seoptimal mungkin agar korban yang hilang cepat ditemukan,” kata Denny.

Baca juga: Ngadu ke Dewan, Zenal Abidin Cari Solusi Relokasi Pedagang Tanaman Hias

Selain memantau proses pencarian, Denny mengatakan dirinya bersama Hakanna menemui keluarga korban. Ia meminta keluarga tetap bersabar dan mendoakan agar korban segera ditemukan.

“Kami juga menemui keluarga agar diberi kesabaran, terus berdoa, mudah-mudahan korban cepat ditemukan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda turut mengecek kesiapan logistik untuk tim SAR gabungan yang berada di lapangan. Kebutuhan tersebut dinilai penting mengingat proses pencarian telah memasuki hari ketiga.

“Kami juga tadi mengecek terkait dengan kesiapan logistik untuk para tim gabungan, mudah-mudahan terpenuhi logistiknya sehingga mereka semangat,” jelas Denny.

Denny menyebut berdasarkan informasi dari Basarnas, operasi pencarian dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. Namun, apabila hingga batas waktu tersebut korban belum ditemukan dan masih terdapat indikasi yang perlu ditindaklanjuti, operasi pencarian dapat dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Nanti ada evaluasi. Intinya, evaluasi jika masih ada tanda-tanda perlu diperpanjang nanti akan diperpanjang oleh tim,” pungkas Denny.

Korban yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor diduga terjatuh ke Sungai Cisadane saat melintas di turunan jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam. Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Pamoyanan.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version