Berita
Gubernur Jabar KDM Siap Ambil Alih Pengelolaan RSUD Kota Bogor
KlikBogor – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengambil alih pengelolaan RSUD Kota Bogor yang saat ini menghadapi beban operasional dan pasien yang sangat tinggi.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah mendengarkan langsung keluh kesah dari Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir.
Gubernur Jabar menjelaskan bahwa rumah sakit ini telah menangani pasien dari berbagai daerah di luar Kota Bogor, seperti Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bogor, hingga Depok.
Dengan demikian, beban operasional rumah sakit menjadi sangat tinggi akibat cakupan layanan yang luas dan jumlah pasien yang membludak.
“Rumah sakit ini harus menangani pasien dari Cianjur, harus menangani pasien dari Sukabumi, harus menangani pasien dari Kabupaten Bogor, di Kota Bogor. Sehingga beban rumah sakitnya sangat tinggi,” ujarnya saat mengunjungi pasien korban ambruknya Majelis Taklim Asohibiya di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Selain itu, masalah finansial juga menjadi sorotan. Dedi menyoroti tingginya potensi pasien yang tidak dapat membayar biaya perawatan, baik karena masalah klaim BPJS yang tidak disetujui atau bahkan tidak memiliki BPJS sama sekali.
Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menyebabkan rumah sakit kehabisan bahan medis dan biaya operasional.
“Potensi orang untuk tidak bayar karena BPJS-nya tidak mengklaim atau tidak punya BPJS sangat tinggi. Jadi kalau terus begini, nanti bisa kehabisan bahan, kehabisan biaya operasional,” katanya.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menegaskan bahwa jika ada usulan untuk pengambilalihan atau pengelolaan oleh Pemprov Jawa Barat, pihaknya siap untuk melakukannya.
Ia menjelaskan bahwa cakupan layanan rumah sakit ini sangat luas, melayani wilayah dengan populasi tertinggi di Jawa Barat.
“Karena di sini cakupan ruang wilayah-wilayah layanannya sangat besar dan ini penduduk tertinggi di Jawa Barat. Ada 6 juta penduduk di Bogor, di sini 1 juta lebih, Cianjur hampir 2 jutaan, Sukabumi 3 jutaan, ditambah Depok. Total ada 14 juta penduduk yang ada di sini dan bertumpu pada rumah sakit ini,” jelas Dedi.
Meskipun merupakan rumah sakit tua, Dedi melihat bahwa fasilitas tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk melayani jumlah pasien yang besar. “Saya lihat, mudah-mudahan bisa tertangani. Ini rumah sakit tua yang memiliki kapasitas yang cukup baik dan luas,” pungkasnya.
(*/hrs)