Berita

Gerakan sa-Kampung Sabilulungan, Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Bogor Timur

Published

on

Camat Bogor Timur, Feby Darmawan meluncurkan Gerakan sa-Kampung Sabilulungan, program inovasi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Bogor Timur.

KlikBogor – Camat Bogor Timur, Feby Darmawan meluncurkan Gerakan sa-Kampung Sabilulungan. Program inovasi ini ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Bogor Timur.

Feby menjelaskan, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha, pihak swasta, dan masyarakat.

Keluarga dengan kemiskinan ekstrem akan diintervensi melalui penyaluran bantuan sesuai kebutuhannya masing-masing. Bantuan tersebut didapat melalui CSR yang diperoleh dari hasil kolaborasi yang terjalin itu.

Bantuan yang diberikan antara lain bantuan pangan non tunai, bantuan usaha mikro kecil, bantuan sosial berupa uang tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, bantuan prakerja, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta bantuan sosial untuk penanganan stunting.

Tak hanya itu, warga penerima manfaat juga difasilitasi dengan berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan sehingga memiliki pekerjaan serta penghasilan.

Mereka mendapat pelatihan pembuatan tas laptop, card holder, dompet, pemberdayaan pengolahan sampah berupa pembuatan lilin aroma terapi dan keset dari kain.

Selain itu, warga juga diberikan kompetensi menjahit sehingga dapat memproduksi daster, baju, dan celana, serta mendapat penghasilan tambahan dari program padat karya.

“Jadi mereka memiliki pekerjaan serta penghasilan sendiri,” kata Feby di Kantor Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa, 26 November 2024.

Program ini digulirkan secara bertahap di Kecamatan Bogor Timur. Pada tahap awal pelaksanaan program tersebut pada 58 keluarga yang tergolong dalam miskin ekstrem di RW04 dan 05 Kelurahan Katulampa.

Untuk jangka menengahnya, Feby menargetkan program ini bisa mengintervensi kemiskinan di tiga kelurahan di wilayah Bogor Timur.

Sedangkan untuk jangka panjang ia menargetkan terdapat 6 kelurahan yang akan terbebas dari kemiskinan ekstrem.

Berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dalam SK Wali Kota 2023 ada 1.363 keluarga yang mengalami miskin ekstrem.

“Namun per Oktober 2024 setelah diverifikasi dan validasi ternyata sudah berkurang 120 keluarga, dengan begitu sisanya ada 1.233 keluarga miskin ekstrem,” terangnya.

Camat Bogor Timur berharap Gerakan sa-Kampung Sabilulungan bisa mengintervensi seluruh keluarga miskin ekstrem tersebut.

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inovasi terbaru yang diinisiasi oleh Camat Bogor Timur Feby Darmawan.

Ia juga berterima kasih atas upaya Feby yang telah menggandeng banyak pihak untuk berkolaborasi menangani masalah miskin ekstrem.

Program ini semakin membuktikan terjalinnya kerja sama pentahelix yang baik di Kota Bogor. “Semoga program ini bisa memperkuat ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan yang dihadirkan,” ucap Hery.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version