Berita

Disperumkim Geber Pembukaan Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita

Published

on

Rencana akses jalur baru yang menghubungkan Jalan Lawanggintung dengan Jalan Saleh Danasasmita di Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menggeber pengerjaan di trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita. Akses ini direncanakan menjadi penghubung dari Jalan Lawanggintung menuju Jalan Saleh Danasasmita atau sebaliknya.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan instansinya dalam pengerjaan ini mendapat penugasan pemindahan pohon untuk akses bukaan di Jalan Lawanggintung.

Di lapangan, terang Chusnul, terdapat sekitar enam pohon besar yang harus dipindahkan serta ditanam kembali di kawasan Jalan Regional Ring Road (R3).

Namun setelah dilakukan pemangkasan, terdapat tiga pohon yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan karena kondisi akar dan batangnya sudah keropos serta banyak ditumbuhi benalu.

“Saat ini sudah memangkas dan setelah pemangkasan ini, pohon yang memang tidak bisa di-bowling atau dipindahkan, kami tebang, ada tiga pohon, dan itu kondisi di akarnya, di batangnya juga sudah keropos, dan juga sudah banyak tumbuh benalunya,” ungkap Chusnul.

Adapun jenis pohon yang terdampak di antaranya akasia, kenari, dan pala. Sementara untuk pohon yang memungkinkan dipindahkan, sebagian telah direlokasi ke kawasan Jalan R3. Total enam pohon sudah dipindahkan, baik yang berada di dalam maupun luar area lahan.

“Sisanya yang berada di bagian depan akan kami coba untuk dipindahkan,” imbuh Chusnul.

Disperumkim menargetkan proses pengerjaan selesai dalam waktu tiga hari dengan menerjunkan tiga tim sekaligus.

“Mudah-mudahan mulai dari hari Senin, Selasa, dan Rabu tuntas. Kami punya target tiga hari menyelesaikan dengan tiga tim yang akan melaksanakan baik pemangkasan, penebangan, dan pem-bowling-an,” katanya.

Terkait fasilitas pendukung, Kadis Perumkim menyebutkan akan melihat terlebih dahulu kondisi badan jalan setelah terbentuk. Nantinya akan dipertimbangkan pembangunan fasilitas pendukung di ruang milik jalan (ROW), seperti drainase, pedestrian, hingga taman.

Selain itu, penataan ruang hijau juga direncanakan di kawasan Leuweung Batutulis. Area yang sebelumnya berupa aspal tidak termanfaatkan akan dibongkar untuk dijadikan taman.

“Tapi yang ada di Leuweung Batutulis, kami coba untuk membuat tanam. Termasuk yang kemarin ada akses belokan dekat Istana Batutulis, yang kondisinya ada aspal tidak termanfaatkan, itu akan kami bongkar nanti untuk dibangun taman di situ,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version