Berita
Dishub Cari Solusi Angkutan Pelajar Imbas Dihentikan BisKita
KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor kini tengah mencari solusi untuk moda transportasi lain terutama pelajar saat masuk sekolah nanti.
Upaya itu dilakukan menyusul pemberhentian sementara BisKita Trans Pakuan sejak 1 Januari 2025 hingga batas maksimal 30 hari ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa sampai saat ini hampir di semua koridor layanan BisKita beririsan dengan moda angkutan umum lainnya.
Oleh karenanya, untuk sementara pengguna BisKita bisa menggunakan moda angkutan umum tersebut selama masa pemberhentian layanan ini.
“Kami memang menyampaikan untuk sementara waktu bisa dilaksanakan dengan moda transportasi lainnya baik angkot, (kendaraan) online ataupun kendaraan lainnya,” kata Marse kepada awak media, Kamis, 2 Januari 2024.
Disisi lain, Pemerintah Kota Bogor akan mencari solusi lain terutama untuk moda transportasi pelajar pada saat mereka mulai masuk sekolah nanti.
“Karena yang sangat berdampak anak-anak pelajar dari satu titik kediaman ke sekolah, saya pikir perlu kita carikan solusi bersama,” imbuhnya.
Rencananya, dikatakan Marse, hari ini Dishub Kota Bogor akan melakukan pembahasan bersama Pj Sekda Kota Bogor Hanafi, termasuk akan dikoordinasikan dengan Organda Kota Bogor.
Dalam pertemuan itu akan dibahas tentang rute dan pengaturan jadwal operasionalnya. Pemkot Bogor sendiri memiliki tiga unit bus sekolah.
“Betul, kami punya tiga unit bus sekolah, hanya memang harus dibahas juga rute dan arahnya, kemudian harus menyampaikan informasi awal juga kepada sekolah-sekolah karena jam sekolah masing-masing berbeda,” katanya.
Marse menjelaskan, pemberhentian sementara ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap layanan BisKita Trans Pakuan di seluruh koridor, yakni 1, 2, 5, dan 6.
Selain itu, adanya transisi pengelolaan BisKita di 2025 dari Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Integrasi Transportasi dan Multimoda pada Kementerian Perhubungan.
“Pertama ada evaluasi pelaksanaan BisKita. Kedua, ada transisi kelembagaan di Kementerian Perhubungan, yang dulunya pengelolaan BisKita di Jabodetabek oleh BPTJ, kedepannya berubah menjadi Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda,” paparnya.
Dengan transformasi kelembagaan ini, sambungnya, tentunya akan ada penyesuaian-penyesuaian. Pihaknya berharap proses tersebut dapat selesai dengan segera, sehingga BisKita kembali beroperasi di Kota Bogor.
“Iya mudah-mudahan bisa segera selesai sehingga layanan BisKita juga bisa kembali beroperasi seperti biasanya,” ujarnya.
(ckl/hrs)