Berita

Diguyur Hujan Deras, Bogor Diterpa 28 Bencana Longsor dan Banjir

Published

on

Tim SAR Gabungan tengah melakukan evakuasi korban tertimbun longsor. Dok. Pemkab Bogor.

KlikBogor – Hujan deras yang mengguyur pada Sabtu, Sabtu, 5 Juli 2025, menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor diterpa bencana tanah longsor dan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sementara ada 21 titik longsor dan 7 titik banjir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung bergerak cepat melakukan penanganan bencana tersebut. Melalui BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Mata Garuda telah dikerahkan ke seluruh titik terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa Pemkab Bogor memprioritaskan keselamatan warga, serta memastikan kebutuhan dasar korban terdampak bencana segera terpenuhi.

“Kami pastikan semua unsur pemerintah hadir di lapangan. Penanganan cepat, evakuasi warga, dan pemulihan pasca bencana menjadi fokus utama,” ujar Rudy, Minggu, 6 Juli 2025.

Berdasarkan data sementara, wilayah terdampak bencana, yakni di Kecamatan Megamendung meliputi Desa Cipayung, Desa Cipayung Girang, dan Desa Gadog mengalami banjir.

Sedangkan Desa Sukamahi dan Desa Megamendung mengalami longsor, yang menyebabkan satu korban jiwa seorang santri berusia 22 tahun, yang sempat dilaporkan hilang dan saat ini telah berhasil dievakuasi.

Kemudian di Kecamatan Cisarua yakni Desa Kopo mengalami longsor yang menyebabkan kerusakan pada 3 akses jalan dan 1 rumah warga.

Bencana longsor juga terjadi di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan, luapan air dari kawasan Rest Area Gunung Mas merendam permukiman warga dan mengakibatkan 2 rumah rusak berat. Sementara di Desa Ciburial menyebabkan dua korban jiwa dan saat ini telah dievakuasi.

Bencana banjir juga melanda wilayah Kecamatan Babakan Madang, yakni Desa Bojongkoneng, yang menyebabkan sejumlah pecinta alam dilaporkan tidak bisa turun dari jalur pendakian dan saat ini sudah berhasil dievakuasi.

Pemkab Bogor melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, relawan, dan aparat wilayah terus berupaya dengan maksimal melakukan evakuasi dan penanganan bencana.

“Penanganan darurat harus cepat. Kita pastikan keselamatan warga menjadi prioritas, termasuk penanganan logistik, pengungsian, dan pemulihan pasca-bencana,” tegas Bupati Bogor.

Pihaknya juga tengah melakukan koordinasi intensif untuk mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan medis bagi warga terdampak.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir. Segera hubungi layanan darurat 112 apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana,” tambahnya.

Data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Bogor, dampak bencana yang terjadi pada Sabtu kemarin melanda 18 kecamatan dan 33 desa/kelurahan dengan 21 titik bencana longsor dan 7 titik bencana banjir.

Bupati Bogor juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran tim yang terdiri dari jajaran Pemkab Bogor, TNI, Polri dan tokoh masyarakat yang telah bahu-membahu penanganan bencana ini dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu- membahu melakukan penanganan bencana ini dengan baik,” ungkapnya.

Pemkab Bogor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, demi keselamatan dan ketahanan wilayah Kabupaten Bogor.

(ags/dho)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version