Parlementaria

Dewan Minta Dishub Siapkan Skenario Pendanaan BisKita

Published

on

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor M. Rusli Prihatevy. Dok. DPRD Kota Bogor.

KlikBogor – Kelanjutan BisKita Trans Pakuan mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Bogor, pasca Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tetap mengalihkan pengelolaan program subsidi ke Pemerintah Kota Bogor.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy mengatakan, lembaganya menekankan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor agar segera menyiapkan skenario pendanaan program Biskita. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian terkait kelanjutan BisKita di Kota Bogor.

“Semua skenario, kajian teknokrat dan sistem pelayanan harus segera disiapkan. Pemerintah pusat sudah mengeluarkan pernyataan dan kita harus bersiap,” kata Rusli dikutip Kamis, 16 Januari 2025.

Namun begitu, ia juga mengingatkan kepada Dishub agar dalam penyusunan kajian dan perencanaan harus mengacu kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang ada.

Rusli menambahkan bahwa Pasal 91 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023 mengamanatkan Pemerintah Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau.

Dengan demikian, sambungnya, keberadaan BisKita dianggap sudah sesuai dengan amanat Perda dimaksud. Hanya saja, ia menganggap perlu adanya optimalisasi, seperti memastikan integrasi kendaraan antar koridor dan menyelaraskan dengan program rerouting angkot yang sudah eksisting.

“Kalau memang tidak bisa menyusun, tinggal mencontek saja ke Jakarta terkait pengelolaan Trans Jakarta. Jika ada hal-hal yang bagus untuk ditiru kan tidak salah juga. Yang penting masyarakat terlayani kebutuhan dasarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rusli meminta Dishub Kota Bogor agar kembali menggandeng Organda Kota Bogor dalam menyiapkan operasional BisKita. Hal ini bertujuan agar semua badan hukum transportasi di Kota Bogor ikut terlibat, sehingga tidak ada konflik horizontal yang terjadi sekaligus memperlancar proses perencanaan transportasi di Kota Bogor.

“Jadi semua pemilik angkot, koperasi, badan hukum transportasi ikut terlibat. Ini program yang baik dan membutuhkan dukungan semua pihak, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan perlu merangkul semua stakeholder,” katanya.

Ia pun menyinggung masalah transportasi seperti penyakit yang sudah menyebar ke semua organ tubuh. Sebab, jika berkaca ke perencanaan transportasi Kota Bogor 10 tahun ke belakang, tidak ada program yang berjalan dengan baik.

“Semuanya manis diawal tetapi menguap entah kemana di akhir perjalanan,” tukas Rusli.

Untuk itu, dia tidak ingin program BisKita yang sudah diperjuangkan bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor harus menghilang tanpa jejak, seperti program Trans Pakuan yang diinisiasi oleh PDTJ.

Rusli juga berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin mau membenahi persoalan transportasi dengan cara memasukkan program-program komprehensif ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJMD kan sudah ada, di dalamnya berbunyi bahwa penataan transportasi membutuhkan Rencana Induk Transportasi. Semoga program-program penataan transportasi bisa dituangkan di dalam RPJMD nantinya,” katanya.

Terakhir, Rusli mengapresiasi Pj Wali Kota Bogor yang selama ini berkoordinasi dengan DPRD untuk memastikan keberlanjutan program BisKita.

Hal tersebut dapat terlihat dengan sudah dianggarkannya Rp10 miliar melalui APBD 2025 dan akan ditambahkan Rp11 miliar di APBD Perubahan 2025 jika program BisKita bisa terlaksana dengan baik.

“Tentu kami selalu mendukung Pemkot Bogor dari sisi anggaran, asalkan semua kajian dan perencanaan sudah matang. Semoga BisKita yang sudah dirindukan oleh masyarakat bisa kembali mengaspal dan kami dari DPRD akan memastikan hal tersebut,” tandasnya.

(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version