Berita
Dedie Rachim Sambangi Sekolah Rakyat 3 Kemang, Tinjau Kegiatan Belajar hingga Asrama
KlikBogor – Dari balik celah kaca pintu ruang kelas Sekolah Rakyat (SR) 3 di Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbakom) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melihat anak-anak belajar dengan tekun dan penuh semangat bersama para guru yang juga berasal dari wilayah Kota Bogor.
Ketika waktu istirahat tiba, Dedie Rachim perlahan membuka pintu dan menyapa para siswa serta guru. Ia berinteraksi dengan para siswa dengan memberikan sejumlah pertanyaan seputar wawasan kebangsaan.
Didampingi Kepala SR 3, Siti Nurma Nugraha, Dedie Rachim kunjungan ke ruang makan siang siswa. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau asrama bersama para wali asuh dan wali asrama yang beberapa di antaranya juga berasal dari Kota Bogor.
SR 3 yang berlokasi di Pusbakom dan asrama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) Kemenhub ini merupakan sekolah rintisan gratis dengan konsep boarding school yang diselenggarakan Kementerian Sosial. Fasilitas pendukungnya melibatkan lintas kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca juga: Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Rancamaya, Tampung 2.000 Siswa
Berlokasi di Jalan Raya Kemang, Parung, Kabupaten Bogor, keberadaan SR ini tidak dibatasi oleh letak geografis. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera desil 1 dan 2 agar dapat memperoleh hak pendidikan.
Di Kota Bogor, SR juga tersedia di Jalan Ahmad Yani, dengan sebagian besar siswanya berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami memastikan bahwa siswa-siswi yang berasal dari daerah asalnya, terutama dari Bogor ya, bisa ikut dalam proses pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Rakyat 3 Kemang Bogor ini. Tentunya saya berharap anak-anak yang sekarang mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat ini bisa memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas yang dipinjamkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” ucap Dedie Rachim, Senin, 2 November 2026.
Dalam pertemuan dengan para guru, wali asuh, wali asrama, pegawai lainnya, serta para siswa, Dedie Rachim berpesan agar seluruh fasilitas yang tersedia dijaga dengan baik. Sebab, fasilitas tersebut akan digunakan kembali secara berkelanjutan untuk kegiatan pengembangan kompetensi.
“Jadi pesan saya ke sini, karena kita semua memakai uang rakyat dan kita kembalikan untuk rakyat, maka kita juga harus menyadari betul uang rakyat yang kembali ke rakyat ini dimanfaatkan oleh rakyat untuk sebesar-besarnya nanti ke depan mencerdaskan kehidupan bangsa dan tentu saja nanti bisa memberdayakan mereka sebagai anak-anak Indonesia yang punya keunggulan di masing-masing bidang,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Bahagia di Balik Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor
Saat ini, pembangunan SR di Kota Bogor tengah dipersiapkan untuk berlokasi di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Lahan yang disediakan Pemkot Bogor sedang dalam tahap pematangan sebelum selanjutnya dibangun oleh pemerintah pusat.
Nantinya, SR Rancamaya direncanakan memiliki kapasitas hingga ribuan siswa dari wilayah Bogor Raya, termasuk siswa yang saat ini masih menempati sekolah rintisan di sejumlah lokasi milik kementerian.
“Pematangan lahan sampai dengan Desember bulan depan, kemudian di awal 2027 kita akan bangun di Rancamaya. Kapasitasnya bisa masing-masing 1.000 siswa. Nah, siswa yang dititipkan di Jasinga tentunya akan kita tarik. Sebelumnya juga kita titipkan di Inten Suweno, ya. Akan masuk ke Sekolah Rakyat Rancamaya,” ucapnya.
(rls/hrs)