Berita

Dedie Rachim Berencana Bangun Pusat UMKM Kota Bogor

Published

on

Calon Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat berbincang dengan pelaku UMKM sepatu dan sandal di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

KlikBogor – Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A. Rachim menaruh perhatian terhadap kemajuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bogor.

Dedie mengatakan, Kota Bogor ini banyak menghasilkan produk dari UMKM, di antaranya ada fesyen, kuliner, kerajinan, dan makanan ringan yang lebih dominan.

Sebagai mantan wakil wali kota Bogor, dirinya juga melihat bahwa produk-produk UMKM sudah terbukti bisa mengakses pemasaran pasar swalayan modern.

“Selama ini Alhamdulillah, kita melalui program UMKM naik kelas sudah bisa dipasarkan ke pasar swalayan modern. Dan ini jarang di daerah-daerah lain,” ujar Dedie usai mengunjungi pengrajin sepatu dan sandal di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu, 9 Oktober 2024.

Melalui program itu, imbuh Dedie, pelaku UMKM sudah dikurasi dan juga dibantu untuk perizinan dari mulai NIB, PIRT, sertifikasi halal, bahkan lima tahun lalu menggulirkan program perbantuan untuk desain dan packaging atau pengemasan produk UMKM.

Sementara mengenai akses permodalan, ia menjelaskan bahwa sebagian besar akses permodalan juga relatif masih perlu diberikan semacam pengetahuan.

Dirinya akan mendorong kerja sama yang sudah dilakukan menjadi sebuah sinergitas dan kolaborasi yang nantinya betul-betul membangkitkan ekonomi masyarakat.

Dedie juga sudah mengantongi program untuk lima tahun ke depan guna memperkuat dan memperluas lagi jangkauan pemasaran produk-produk UMKM Kota Bogor.

“Ke depan program saya memang membuka semacam pusat UMKM Kota Bogor. Di Bali itu ada Pak Krisna dan lain-lain, di Kota Bogor juga harus ada,” ungkapnya.

Ia juga sudah mengincar satu lokasi yang akan digunakan untuk pusat UMKM tersebut. Nantinya, pusat UMKM ini bisa menampung semua produk UMKM dari mulai fesyen, kerajinan, kuliner hingga makanan ringan.

“Tetapi tentu dengan kurasi dan juga ada ketentuan-ketentuan berlaku. Misalnya ingredients berbahaya kan itu nggak boleh, jadi food security juga kita pikirkan,” kata Dedie memungkas.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version