Potret

Cerianya Pelajar SDN Kebon Kopi saat Dapat Makan Siang Bergizi

Published

on

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso dan Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto saat menggendong siswa SDN Kebon Kopi usai membagikan makan siang bergizi.

KlikBogor – Suasana keceriaan menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebon Kopi di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat, 25 Oktober 2024.

Ratusan pelajar di sekolah tersebut kedatangan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso bersama Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto yang membagikan makan siang bergizi.

Dalam momen ini mereka tak hanya antusias mendapatkan makanan bergizi dan minuman susu, siswa-siswi juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraan saat berinteraksi dengan anggota Polri dan TNI.

Kegiatan kolaborasi Polresta Bogor Kota dengan Kodim 0606/Kota Bogor ini ditujukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kepala SDN Kebon Kopi, Riki Firmansyah mewakili sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi oleh Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Kota Bogor.

Kehadiran institusi Polri dan TNI ini disebut bukan hanya mengenai pemberian makan siang bergizi saja, melainkan juga dapat memotivasi para siswa-siswi SDN Kebon Kopi.

“Terima kasih kepada Pak Kapolresta dan Pak Dandim yang sudah peduli terhadap siswa-siswi kami, bukan hanya sekedar makan siang gratis dan bergizi, tetapi paling penting motivasi siswa-siswi dengan kedatangan orang yang luar biasa ini menjadi lebih meningkat lagi,” katanya.

Tak hanya para siswa-siswi, imbuh Riki, antusias menyambut kedatangan Kapolresta dan Dandim juga ditunjukkan para wali murid yang datang ke sekolah.

“Mudah-mudahan tahun depan, ketika PPDB (penerimaan peserta didik baru) dengan kedatangan Pak Kapolresta dan Pak Dandim ini bisa mendongkrak nama besar SDN Kebon Kopi,” ujarnya.

Ada 243 siswa-siswi SDN Kebon Kopi dari kelas 1 sampai 6 yang menerima program makan siang bergizi terdiri dari nasi, ayam goreng, tempe orek, sayur dan buah serta susu itu.

Riki mengatakan, ada kurang lebih 50 persen peserta didik yang diketahui jarang sarapan. Mereka terkadang sarapan pada saat jam istirahat sekolah.

“Ini tentu sangat mempengaruhi, sarapan ini penting sekali apalagi pembelajaran SD sudah mulai komplet sekarang,” paparnya.

(ckl/hrs) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version