Serba Serbi

Cara Simpan Makanan Rumahan di Suhu Ruang Agar Aman Dikonsumsi

Published

on

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, SP, MS. Dok. IPB University.

KlikBogor – Makanan yang telah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Hal ini disampaikan Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, SP, MS, dalam keterangannya mengenai keamanan konsumsi makanan rumah tangga.

Menurut Reisi, sapaan akrabnya, makanan matang yang disimpan di suhu ruang 25–30°C hanya aman dikonsumsi dalam waktu 2–4 jam. Jika suhu ruangan lebih dari 32°C, batas waktu aman tersebut bahkan turun menjadi hanya 1 jam.

“Setelah melewati waktu tersebut, risiko pertumbuhan bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Salmonella meningkat drastis,” jelas Reisi mengacu pada pedoman dari United States Department of Agriculture (USDA) dan World Health Organization (WHO) dikutip Kamis, 25 September 2025.

Untuk menjaga keamanan pangan, Reisi menyarankan agar makanan sesegera mungkin didinginkan setelah dimasak dan disimpan dalam lemari es bersuhu maksimal 5°C jika tidak langsung dikonsumsi.

Ia juga mengatakan pentingnya memperhatikan holding time atau batas waktu makanan berada pada suhu tertentu sebelum dikonsumsi kembali.

Ia menambahkan bahwa mikroorganisme penyebab penyakit tumbuh cepat pada suhu antara 5°C hingga 60°C. Oleh karena itu, makanan yang akan disimpan semalaman harus segera didinginkan dan dipanaskan kembali ke suhu internal minimal 74°C sebelum dimakan.

Ia menekankan bahwa menyimpan makanan di suhu ruang semalaman sangat berisiko, meskipun dipanaskan kembali. “Beberapa bakteri, seperti Staphylococcus aureus, dapat menghasilkan toksin tahan panas yang tidak bisa dimatikan hanya dengan pemanasan,” ujarnya.

Reisi juga mengimbau agar pemanasan ulang makanan tidak dilakukan lebih dari satu kali. Pemanasan yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gizi makanan serta meningkatkan risiko kontaminasi.

Dalam hal bumbu, Reisi menyebutkan bahwa beberapa jenis rempah, seperti kunyit, bawang, dan cabai mengandung senyawa antimikroba alami yang dapat memperpanjang umur simpan makanan.

Namun, sambungnya, bahan makanan segar, seperti sayuran dan daging tetap rentan rusak atau basi jika dibiarkan di suhu ruang.

Untuk wanita pekerja yang membawa bekal, ia merekomendasikan menu praktis dan tahan lama, seperti ayam goreng, tempe orek, ayam kecap, serta nasi dengan lauk kering.

Reisi menyarankan agar sayur berkuah disimpan terpisah, dan bekal dibawa dalam wadah kedap udara yang food grade atau menggunakan cooling bag jika memungkinkan.

Sebaiknya makanan bekal terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayur, dan buah. Makanan bekal yang bergizi seimbang adalah makanan yang diolah dari bahan pangan yang beragam dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.

“Pastikan juga wadah penyimpanan bersih dan aman agar gizi tetap terjaga hingga waktu makan siang,” kata Reisi memungkas.

(ary/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version