Serba Serbi
Blood Moon September 2025, Pakar IPB Ungkap Fakta Ilmiahnya
KlikBogor – Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menyampaikan penjelasan ilmiah terkait proses terjadinya fenomena alam langka berupa gerhana bulan total atau blood moon pada 7 dan 8 September 2025.
Berbeda dengan gerhana matahari yang terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, pada gerhana bulan posisi bumi justru berada di antara matahari dan bulan.
“Pada saat itu, sinar matahari yang seharusnya dipantulkan bulan akan terhalang oleh bumi dan menyebabkan terjadinya gerhana,” jelas Prof Husin dalam keterangannya dikutip Selasa, 9 September 2025.
Namun, sambungnya, fenomena blood moon terjadi lantaran adanya proses hamburan Rayleigh di atmosfer bumi. Proses ini menyebabkan cahaya biru dari matahari lebih banyak dihamburkan, sementara sebagian cahaya merah dan jingga justru lolos dan diteruskan ke permukaan bulan.
“Akibatnya, saat gerhana bulan total, kita melihat bulan tampak berwarna merah-jingga atau blood moon,” ungkap Prof Husin.
Adapun durasi gerhana bulan ini lebih lama dibandingkan gerhana matahari. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan ukuran radius bumi dan bulan.
“Karena radius bumi lebih besar daripada bulan, bayangan bumi yang menutupi bulan membuat gerhana bulan berlangsung lebih lama,” imbuh Prof Husin.
Fenomena ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Prof Husin pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan belajar tentang astronomi sekaligus menikmati keindahan langit malam.
(ary/hrs)